detikHot

spotlight

Ini Loh yang Bikin Novel 'KKN di Desa Penari' Menarik

Selasa, 24 Sep 2019 08:57 WIB Tia Agnes - detikHot
Halaman 1 dari 2
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Ketika cerita 'KKN Desa Penari' diadaptasi menjadi novel oleh penerbit Bukune, banyak pihak yang mencibir. Bahkan nyinyir terhadap cerita yang viral lewat thread di media sosial Twitter tersebut.

'KKN di Desa Penari' ditulis oleh seorang pria anonim di Twitter bernama @SimpleM81378523. Sejak ceritanya menjamur dan sukses di-retweet ribuan followers, tak ayal Bukune sebagai salah satu penerbit kenamaan Indonesia tertarik membukukannya.

Namun tak sembarang adaptasi digarap. Sebagian besar cerita berbeda ketimbang versi thread Twitter. Editor Bukune, Muhammad Barkah Winata, menceritakan mengenai pertimbangan penerbit sampai merilisnya.



"Kita melihat cerita 'KKN di Desa Penari' ini awalnya dari Twitter, pada saat kita lihat itu sebelum Agustus, saat itu sudah cukup viral tapi belum seviral sekarang dan melihat hal yang menarik dari cerita itu adalah unsur kelokalannya kental sekali," ujarnya ketika berbincang dengan detikcom di kantor, kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Dalam setiap kicauan Simpleman, banyak bahasa Jawa yang diselipkan. Unsur horor yang ada di dalam novel pun seolah-olah dekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya Pulau Jawa.

"Ada unsur horor yang seolah-olah dekat, karena dia bilang sebuah desa yang kita semua pernah tinggal di desa, unsur ketidakpastiannya bikin horor sendiri," terang Barkah.

(tia/nu2)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com