detikHot

Spotlight

I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing'

Selasa, 22 Jan 2019 13:44 WIB Tia Agnes - detikHot
I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi Kaum Mata Kancing Foto: Tia Agnes/ detikHOT I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing' Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Bagi seniman asal Bali I Putu Adi Suanjaya atau akrab disapa Kencut, 'mata kancing' memiliki makna tersendiri. Ia melukiskan obyek di atas kanvas atau instalasi boneka yang matanya diganti seperti kancing.

'Kaum Mata Kancing' pula yang menjadi tema di pameran tunggalnya kali ini di kedai Kopikalyan, Jakarta Selatan. Bermula dari menonton film animasi 'Caroline' yang membuat Kencut terinspirasi menciptakan obyek-obyek tersebut selama beberapa tahun belakangan.

"Saat saya menonton film ini, wah bagi saya ini sangat menarik. Dari 'Caroline' yang terinspirasi membuat berbagai obyek bermata kancing," ujarnya saat mengobrol di KopiKalyan, belum lama ini.


I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing'I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing' Foto: Tia Agnes/ detikHOT


Lulusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, film animasi bergenre horor itu mampu melecut kesadarannya atas fakta bahwa kepura-puraan kerap terjadi. "Manusia cenderung berkeinginan untuk menutupi horor dan hal-hal getir yang melingkupi hidupnya dengan segala sesuatu yang manis," kata Kencut.

Di 2014, Kencut awalnya membuat obyek bermata kancing. Ia pernah mengeksplorasi medium lewat boneka. Ketika mencoba menggoreskan obyek bermata kancing di atas kanvas, Kencut membuat seri berjudul 'Repetisi'.

I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing'I Putu Adi Suanjaya dan Refleksi 'Kaum Mata Kancing' Foto: Tia Agnes/ detikHOT


"Ibarat konsep hidup dan mati. Di Bali kan ada istilah reinkarnasi dan kembali menuju moksa. Di kehidupan sekarang, kalau kita bangun pagi, bekerja, makan, lalu tidur siang, itu adalah rutinitas terus menerus. Padahal kita itu tumbuh dan secara nggak sadar memulainya," tutur Kencut.

Dia memajang 23 kanvas yang diletakkan di bagian depan kedai kopi dan beberapa sudut lainnya. Kali ini detikHOT bakal mengulas kiprah profil sang seniman. Simak berita berikutnya!

Pameran berlangsung hingga 9 Februari 2019.



(tia/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed