DetikHot

spotlight

Iwe Ramadhan, Seniman Muda Peraih 'Go Ahead Challenge 2016'

Selasa, 16 Mei 2017 11:45 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Iwe Ramadhan, Seniman Muda Peraih Go Ahead Challenge 2016 Pemenang kategori seni visual 'Go Ahead Challenge 2016' Iwe Ramadhan. Foto: Istimewa/Tia Agnes
Jakarta - Seni visual telah menempati hati penikmat seni Tanah Air. Karya seniman-seniman muda pun bermunculan menambah warna dari seni kontemporer. Salah satunya adalah seniman muda Kurniawan 'Iwe' Ramadhan peraih kompetisi 'Go Ahead Challenge 2016'.

Iwe Ramadhan yang saat ini masih kuliah di jurusan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu makin eksis lewat teknik cut and paste atau biasa dikenal dengan nama kolase. Ya, kolase digital image berhasil membawa namanya sebagai pemenang kategori seni visual mengalahkan 22.261 aplikasi karya seniman muda lainnya.

Ditemui di sela-sela pembukaan pameran 'ONBoarding' di Gudang Sarinah Ekosistem (GSE), Iwe Ramadhan awalnya tak mengira bisa memang dan mendapatkan kesempatan pengalaman residensi di Belanda. "Padahal niatnya iseng-iseng aja upload karya di situ, tahu-tahunya dapat email dan masuk 12 besar. Eh, menang dan ke Belanda," tuturnya kepada detikHOT, akhir pekan lalu.

Iwe Ramadhan mengirimkan seri 'Mind Walkers' ke tim kurator 'Go Ahead Challenge 2016'. Lewat gambar-gambar digital yang didapatnya di dunia maya, dia menyampaikan pesan tentang kehidupan alam semesta. Makhluk hidup dapat hidup dengan seimbang.

Baca Juga: 'ONBoarding', Empat Pemenang Go Ahead Challenge Siap Lepas Landas

Seri 'Mind Walkers' menampilkan berbagai gambar atau simbol, seperti tumbuh-tumbuhan, ular, bunga, tulang belulang, dan lain-lain. Tak hanya teknik kolase saja yang diterapkan Iwe Ramadhan tapi dia juga mengeksplorasi metode kolase dengan assemblage-art.

Seri 'Mind Walkers' karya Iwe Ramadhan berhasil memenangkan kompetisi 'Go Ahead Challenge 2016'Seri 'Mind Walkers' karya Iwe Ramadhan berhasil memenangkan kompetisi 'Go Ahead Challenge 2016' Foto: Istimewa/Tia Agnes


Namun, usai residensi di Belanda Iwe Ramadhan naik satu tingkat. Tak melulu berkarya dengan teknik kolase digital image, dia melakukan proses find object serta menciptakan karya seni instalasi yang tak biasa. Seperti kata Anton Ismael yang menjadi salah satu mentor berkarya, "Bikin karya jangan ada yang di google, tapi google-nya elu sendiri," tutur Iwe menirukan perkataan Anton Ismael.

Perkataan tersebut yang membuat Iwe Ramadhan berpikir lebih dalam lagi. Dia melakukan beragam riset yang terinspirasi dari kejadian di sekitarnya, yakni kawasan Kulon Progo. Daerah Kulon Progo adalah salah satu daerah penyuplai ikan ke daerah-daerah lain, aktivitas nelayan di Pantai Trisik dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan secara drastis. Dari situ, Iwe Ramadhan terinspirasi menciptakan karya seni instalasi berjudul 'Nautical Oddisey 2'.

Karya Iwe Ramadhan kini tengah dipamerkan di Hall 4, Gudang Sarinah Ekosistem (GSE) Jakarta bersama tiga pemenang kategori fotografi, musik, dan fashion dari 'Go Ahead Challenge 2016' lainnya. Seperti apa profil seniman kelahiran 1995 ini? Simak terus artikelnya!



(tia/doc)

Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed