Jangan Seperti Opera Sabun, Film Indonesia Harus Konsisten Berkarya

Refleksi 67 Tahun Perkembangan Film Indonesia

Jangan Seperti Opera Sabun, Film Indonesia Harus Konsisten Berkarya

Veynindia Esaloni Pardede - detikHot
Kamis, 30 Mar 2017 10:00 WIB
Jangan Seperti Opera Sabun, Film Indonesia Harus Konsisten Berkarya
Foto: pool
Jakarta - Perayaan hari film memasuki usia ke 67 tahun ini. Di tengah meningkatnya jumlah film lokal di layar lebar, namun tak berarti segala sisi yang menopang industri ini sudah sempurna.

Sempat mati suri dan mengalami kemandekan di sisi genre film yang tayang beberapa tahun silam, kini Indonesia semakin variatif dalam hal cerita sekaligus mengalami peningkatan yang cukup baik dalam jumlah film yang diproduksi.

Namun hal-hal itu lantas menjadi pengingat agar kita tak menjadi terlena. Menurut sineas Garin Nugroho, yang perlu dipertahankan industri film Tanah Air atas pencapaian yang sudah ada yakni konsisten untuk terus berkarya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Film nasional kita kan punya box office yang tidak kita alami sebelum-sebelumnya tapi konsistensi kita tuh belum selalu ada. Seperti opera sabun, senang sedih senang sedih," tutur sineas 55 tahun ini saat diwawancara detikHOT belum lama ini.

Salah satu cara memelihara hal tersebut diyakini Garin dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas film yang diproduksi. Di tengah gempuran persaingan film-film internasional di ranah lokal, cara itu dikatakan Garin dapat membuat film lokal tetap spesial.

"Sekarang tidak ada film internasional dan nasional dengan adanya tv-tv jaringan, tv-tvkabel, dan tv khusus sinema. Makanya film-film nasional harus meningkatkan kualitas agar bisa bersaing dengan film-film internasional tapi di industri kreatif karya2-karya lokal selalu punya pasarnya sendiri. Gudeg jogja punya pasar sendiri, nasi padang punya pasar sendiri. Jadi kelokalan yang berkualitas jadi syarat bagi perfilman nasional," saran Garin.

(doc/doc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads