Film 'Silence' Terwujud Setelah Dikonsep 24 Tahun

Devy Octafiani - detikHot
Kamis, 23 Mar 2017 16:21 WIB
Foto: imdb
Jakarta -

Butuh waktu yang amat lama bagi Martin Scorsese saat memutuskan memfilmkan 'Silence'. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang terbit di tahun 1966 karya penulis Jepang, Shusaku Endo.

Dalam sebuah wawancara terungkap, 'Silence' menjadi ambisi yang tersimpan ddalam diri sutradara pemenang Academy Award itu. Scorsese mengaku amat menyukai film-film Jepang.

Namun ia ragu untuk menggarap film tersebut karena ia merasa tak memiliki pengetahuan secara teknis. Ia khawatir hasilnya tak akan semenarik 'Samurai Rebellion' yang rilis pada 1967 dan disutradarai Masaki Kobayashi.

Film 'Silence' Terwujud Setelah Dikonsep 24 TahunFoto: imdb



Hingga akhirnya ia menemukan pendekatan lain ketika mendiskusikannya dengan Jay Cocks, yakni penulis skenario yang juga bekerja sama dengannya dalam 'Gangs of New York'.

"Aku dan Jay akhirnya yakin untuk menggarap film ini di tahun 2006. Namun beberapa hal seperti isu royalti dan penerbitan sekaligus judul film menjadi hal yang rumit. Belum lagi kami berdua berusaha menulis skenario ini namun tak mudah," urai Scorsese.

Selama empat bulan di tahun 2015 lantas produksi akhirnya dilakukan. Scorsese bersama tim produksi melakukan syuting di Taiwan dengan bujet minim.

Menggarap 'Silence' juga menjadi proses evaluasi keimanan bagi sutradara 74 tahun itu. Sutradara yang meraih Oscar lewat film 'The Departed' itu mengungkapkan, menggambarkan kepedihan tokoh pendeta yang diperankan Andrew Garfield cukup sulit hingga menemukan titik akhirnya.

Film 'Silence' Terwujud Setelah Dikonsep 24 TahunFoto: imdb



Film yang cukup panjang untuk dinikmati --berdurasi dua jam lebih-- ini digambarkan Scorsese sebagai kisah tentang pengampunan dan kasih sayang.

"Aku rasa hal-hal seperti itulah yang dibutuhkan dunia saat ini. Terkadang kita lupa untuk memaafkan. Ada satu tokoh dalam film yang bernama Kichijiro, ia kerap melakukan hal yang mengecewakan berulang-ulang, dan berulang-ulang juga Rodrigues memberikan pengampunan. Aku rasa seperti itulah yang seharusnya. Setiap orang memiliki masa lalu dan masa lalu tersebut bisa saja pedih dan berdampak bagi seseorang seperti Kichijiro," papar Scorsese.

(doc/mmu)