"Sebenarnya filmnya sangat sederhana, sangat melankolis, tapi ada momen-momen komedinya," ujar Lucky Kuswandi.
Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya ingin menciptakan kembali bagaimana rasanya ketika pertama kali bertemu dengan orang yang begitu memiliki koneksi dengan diri kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembuatan film ini, Lucky mengambil beberapa lokasi yang berbeda. Akan tetapi Bogor menjadi latar belakang utama dari film ini.
"Lokasinya berbeda sih. Tapi dari novelnya sendiri kan setting-nya di Bogor. Jadi kami ada syuting di Bogor. Kisahnya di situ ceritanya," jelasnya. (srs/mmu)










































