detikHot

Spotlight

Ladies on Wall, Komunitas Grafiti Perempuan Pertama di Indonesia

Rabu, 11 Mei 2016 11:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Jakarta - Cuaca yang terik sampai mendung menyelimuti langit Depok pada Senin (9/5) lalu tak menyurutkan semangat dari seniman jalanan sekaligus penghuni komunitas Ladies on Wall. Sejak siang, ada enam seniman yang sudah berkumpul di pinggir tol Cijago, Depok, Jawa Barat.

Tembok panjang puluhan meter dan berada di gang kecil kawasan tersebut menjadi target mereka. Lokasi Depok pun dipilih dengan alasan strategis karena mayoritas penghuni Ladies on Wall tidak hanya berasal dari ibukota. Tapi ada yang dari Bogor, Bandung, Bogor, Tangerang, dan Karawang yang rela datang ke gathering kali ini.

Kala itu, tembok setinggi 1,5 meter dengan panjang sekitar 20 meter itu dipilih. "Kita akan bikin grafiti di sepanjang tembok ini dengan tulisan Ladies on Wall, tapi sesuai karakter dan ciri khas masing-masing," ucap salah satu pendiri Ladies on Wall, Bunga, kepada detikHOT, Senin lalu (9/5/2016).

Bunga memang membebaskan karakter maupun jenis tulisan grafiti yang diinginkan kawan-kawannya saat itu. "Nggak pake tema sekarang," kata perempuan berambut panjang itu terkekeh.

'Ladies on Wall' sebenarnya bukanlah sebuah komunitas. Bunga menceritakan awalnya pada Mei 2014, dia bersama seorang female graffiti writers bernama Cynthia dari Tangerang ngobrol di sosial media, lalu melakukan kopi darat serta merencanakan sebuah acara yang diisi oleh seniman grafiti yang semuanya perempuan. Nama 'Ladies on Wall' pun tercetus.



Tanpa disadari, event tahunan 'Ladies on Wall' sudah digelar sebanyak dua kali. Agustus mendatang, rencananya mereka akan kembali menggelar acara serupa dan mengundang seniman jalanan mancanegara. Dipastikan acara yang diisi perempuan itu bakal lebih meriah dan heboh dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, Bunga tidak berani mengklaim 'Ladies on Wall' sebagai komunitas female graffti writers pertama di Indonesia, meski beberapa media yang pernah meliput maupun seniman jalanan mengakuinya sebagai pertama.

"Ada banyak banget bomber cewek yang berdiri sendiri. Tapi bedanya dengan kami menjadi wadah sekaligus gerakan buat mereka yang perempuan yuk bikin grafiti bareng."

Selain itu, Bunga menceritakan setelah dua event tersebut, ada sebuah grup yang menyatukan mereka. "Kami bikin grup. Jadi kalau ada apa-apa, kita sharing di situ, kalau sebelum acara tahunan yang gede, mau ada gathering kami diskusi juga di situ. Guyonan cewek-cewek juga ada di grup juga. Hahaha," lanjut dia lagi.



Lewat komunitas yang saat ini diisi oleh 25 bomber aktif itu, Bunga mengakui sangat senang bertemu dengan teman-teman seperjuangan yang satu hobi. "Setelah ketemu Cyntia dan @ed dari Bandung pas 2014, aku balik lagi ke Jakarta dan ajakin teman-teman lainnya. Akhirnya, ketemu teman yang juga cewek, karena kan biasanya kita cari tembok dan bikin grafiti itu sama cowok-cowok."

Kini, 'Ladies on Wall' diisi oleh bomber perempuan yang berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, Karawang, Palembang, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, dan Semarang. Jika nanti akan ada perempuan yang senang grafiti dan mural serta ingin bergabung dengan 'Ladies on Wall', Bunga tidak mensyaratkan apapun.

"Masuk ke kami tuh caranya gampang banget, nggak ribet. Datang pas event atau gathering kita aja. Atau kalau mau ikutan Ladies on Wall, coba-coba tag dan mention kita aja di sosmed, khususnya Instagram. Nanti aku cek beneran bomber atau suka seni jalanan atau nggak," pungkasnya.

Kali ini, detikHOT akan membahas mengenai komunitas 'Ladies on Wall', stereotip bomber perempuan khususnya bagi yang berhijab, serta fenomena seni jalanan. Simak terus artikelnya sepanjang hari ini!


(tia/mmu)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com