'Guardians of the Galaxy': Humor dan Nostalgia dalam Komik

Spotlight

'Guardians of the Galaxy': Humor dan Nostalgia dalam Komik

- detikHot
Kamis, 21 Agu 2014 10:57 WIB
Guardians of the Galaxy: Humor dan Nostalgia dalam Komik
Jakarta - Film dibuka dengan latar 1988. Setelah kematian ibunya, Peter Quill (Chris Pratt) muda dibawa perompak luar angkasa yang disebut Ravagers. Ketika dewasa, Quill yang terbiasa dengan dunia kriminal mencuri batu berkekuatan tinggi yang diperebutkan penghuni antargalaksi. Tindakannya itu membuat Quill alias Star Lord menjadi buruan Ronan The Accuser (Lee Pace).

Ronan kemudian mengirim Gamora (Zoe Saldana), anak angkat Thanos (karakter jahat yang disuarakan Josh Brolin) untuk membunuh Quill dan merebut kembali apa yang dia curi. Quill menyadari bahwa dirinya tak mungkin menjual batu tersebut, kemudian tertangkap polisi dari planet Xandar dan dikurung di penjara khusus.

Gamora, Groot (pohon berbentuk manusia yang disuarakan Vin Diesel) dan Rocket Raccoon (rakun serbabisa yang jahil) juga tertangkap polisi karena aksi mereka. Masing-masing karakter ini menjadi penggerak film arahan James Gunn selama durasi 122 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT





Sama seperti hampir semua film superhero Marvel, ada banyak unsur komedi yang dibalut dengan action (dan tentunya visual menarik) dalam 'Guardians of the Galaxy'. Tapi tak seperti film-film adaptasi komik saat ini yang terkesan lebih 'serius', Gunn membawa para penggemar komik bernostalgia ke waktu ketika humor--bukan sepenuhnya action--mendefinisikan adaptasi komik.

Quill kemudian beraliansi dengan para kriminal yang dipenjara bersamanya seperti Groot dan Rocket Racoon, bahkan Gamora juga tidak menjalankan misi dari Ronan.

Kekuatan tambahan untuk menjaga perdamaian bumi juga didapatkan dari Drax the Destroyer (Dave Bautista). Manusia berotot dengan parut di sekujur tubuhnya, yang memiliki senjata sepasang pisau. Dengan tragedi masa lalu yang dialami Drax, serta dendamnya pada Ronan, ia setuju bergabung dengan kawanan Quill.



Gunn nampaknya mengerahkan usaha ekstra agar para karakternya tampak realistis. Ketertarikan Quill pada kaset dan musik era 70-an, membangun mood yang asyik dalam film untuk bernostalgia.

Chris Pratt menyebut karakternya gabungan dari Han Solo dan Marty McFly, namun dengan keahlian mencuri serta sifat jail.

"Dia memiliki masa kecil yang berat, dan sekarang ia berada di luar angkasa, kencan dengan cewek alien seksi dan sedikit brengsek. Dan bertemu sekumpulan orang-orang ini membuat dia memiliki tujuan hidup untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Quill, Groot dan Rocket Raccoon adalah stereotip klasik dari karakter-karakter yang sering kita lihat di film petualangan. Tim yang berisi kumpulan orang baik dan jahat, apapun tujuan mereka masing-masing, akan kembali menyelamatkan dunia. Dan itulah apa yang dilakukan superhero.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads