Beberapa bulan terakhir, Al Ghazali seakan menjadi magnet kuat yang menyedot perhatian remaja wanita. Jadwal syuting iklan Al bahkan melebihi jadwal manggungnya sebagai pemusik. Kini, ia menjajaki panggung layar lebar lewat film 'Runaway'.
Disebut-sebut memiliki honor tertinggi sebagai aktor Indonesia saat ini (dicetak dalam penampilan perdana tanpa pengalaman akting), Al memikul beban akan harapan penonton. Pantaskah ia mendapatkan honor tersebut, di luar daya tariknya sebagai cowok ganteng yang tengah digandrungi?
Dalam film produksi Maxima Pictures itu, Al berperan sebagai Musa. Ia adalah tipe cowok dari kalangan berada yang kurang kasih sayang. Ia juga memiliki hubungan kurang baik dengan ayahnya, Surya (Ray Sahetapi), pebisnis yang akan ekspansi ke Hong Kong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan ke Hong Kong mengajak Musa, sebenarnya dilakukan Surya agar sang anak mengamati cara berbisnis. Selain itu, Musa juga 'alat' perekat hubungan bisnis dengan relasi Surya di Hong Kong, yang kebetulan memiliki anak gadis, diperankan Kimberly Ryder.
Hingga suatu hari, saat jalan-jalan di kota Hong Kong yang sibuk, Musa dicopet oleh orang berkostum hamburger. Pengalaman sial itu membawanya pada Tala (Tatjana Saphira) dan Tony (Edward Akbar). Tala adalah gadis yang mencopet dompetnya.
Musa menaruh simpati pada Tala yang mau mengembalikan dompetnya yang berisi paspor dan dokumen penting lainnya, meskipun uangnya sudah ludes diambil paman Tala, Tony si berandalan. Lalu, hubungan cinta dua manusia beda status sosial ini pun bergulir.
Al disebut sutradara Guntur Soeharjanto sebagai pribadi yang memiliki karisma kuat. Kelebihan Al makin terasa ketika cowok berusia 16 tahun itu bersikap layaknya karakter asli.
"Orangnya cool, karismanya kuat," kata Guntur kepada detikHOT saat ditanya kesannya mengarahkan Al di film perdana sang idola baru.
Karena Al cenderung pendiam, Guntur pun dengan sabar memberi arahan. Ia mencoba menggali semua potensi Al dari inner beauty maupun dari segi akting. Menurut Guntur, karakter Al dalam film juga ada sedikit kesamaan.
"Di sini lebih introvert terhadap bapaknya, dan lingkungan tapi kalau ada sesuatu hal menarik akan dikejar terus. Hampir mirip dengan Al, tapi lebih dalam dan eksplorasi," kata sutradara yang sebelumnya mengarahkan '99 Cahaya di Langit Eropa' itu.
'Runaway' memiliki latar di Hong Kong, lengkap dengan suguhan visual yang menggambarkan karakteristik penduduk dan budayanya. Koreografi pertarungan yang dilakukan Al, cukup membuatnya terlihat sebagai cowok cool yang gagah, meskipun sesekali Al juga tampak kaku.
'Runaway' mulai tayang di bioskop hari ini, Kamis (24/7/2014). (ich/ron)











































