Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1999 silam, JIFFest dibangun dengan menganut model pendanaan dari hibah publik luar negeri yang tidak mensyaratkan kontraprestasi komersial. Namun setelah berjalan 12 tahun, dana hibah tersebut sudah tidak tersedia lagi.
"Setelah 10 tahun, mereka sudah mengalihkan bantuan ke negara lain, dan kita diharapkan bisa lebih mandiri," ujar Direktur JiFFest Lalu Roisamri kepada detikhot, Senin (14/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena JIFFest menitikberatkan fungsi apresiasi dan edukasi, jadi mungkin kurang menarik kalau diajukan ke pihak sponsor komersil," tambahnya.
Saat ini, Lalu dan timnya sedang merencanakan sebuah format festival yang lebih sesuai dengan situasi yang ada di Indonesia. Ia berharap bisa kembali menyelenggarakan festival tahunan tersebut pada tahun depan.
Tahun lalu, JIffest juga nyaris batal terselenggara. Namun, berkat munculnya gerakan dari para penggemarnya untuk menghimpun dana dan menyelamatkan keberlangsungannya, maka JIFFest 2010 pun akhirnya bisa diselenggarakan.
(ich/mmu)










































