Pembentukan Sinar Surya Sinema bertujuan untuk menandingi importir film baru Omega Film yang selama ini terafiliasi dengan 21cineplex yang merupakan pemilik jaringan bioskop 21 dan XXI.
"Perusahaan ini belum dapat pengesahan. Minggu depan akan kami umumkan, namanya Sinar Surya Sinema (S3)," ujar Raam usai jumpa pers di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktenya baru keluar tadi, mungkin minggu depan baru kita urus izinnya," ujar Raam.
Raam yakin untuk mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia bukanlah hal yang sulit. Hanya saja untuk mendapatkan film Hollywood dari Motion Picture Association of America (MPAA).
Menurutnya diperlukan lobi yang membutuhkan campur tangan pemerintah. Pasalnya, pihak MPAA pastilah lebih tergiur dengan importir Omega yang memiliki jumlah layar yang banyak.
"Izin lokal nggak ada masalah, tapi bagaimana melobi, itu tugas Menteri Keuangan atas inisiatif Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Rencananya kita akan lobi ke sana dengan niat tulus untuk menghilangkan monopoli guna mendukung Menteri Keuangan yang anti monopoli," tegasnya.
Raam yakin jika pemerintah bisa menjadi perpanjangan tangan rakyatnya yang ingin menghapuskan praktik monopoli tersebut, maka nantinya setiap anggota MPAA yang berjumlah 6 anggota memiliki 1 importir.
"Nanti 1 anggota 1 perusahaan, sekarang ada 6 anggota," jelasnya.
Sementara Ilham Bintang menjelaskan ide awal dari pembentukan S3 adalah guna membuktikan janji-janji pemerintah yang akan membebaskan siapapun yang ingin menjadi importir film.
"Izin usaha kami sedang diurus. Kami buat usaha untuk importir dengan Raam, memulihkan hak-hak kita sebagai warga negara, yang selama ini diselewengkan . Kami menagih janji para menteri, semua dapat izin impor. Omega saja diblokir seminggu bisa buka blokir, kami tidak berharap muluk-muluk, 2 minggu, kalau nggak selesai, ya kita tahu saja (ada tekanan pihak yang berkuasa)," pungkas Ilham.
(nia/ich)











































