Selama ini Satrya Perkasa Esthetika merupakan importir film-film produksi Disney, Fox, dan Warner. Sementara Camilla Internusa Film mengimpor film-film produksi Columbia, Paramount, dan Universal.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengaku gemas dengan carut marut dari kondisi terakhir soal film impor ini. Johny mengaku sudah melakukan pertemuan terakhir dengan pemerintah termasuk dengan para importir namun hasilnya masih nihil alias belum ada jalan keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kesimpulannya mereka (pemerintah) belum memberikan sinyal kompromi. Masalahnya pajak PPN royalti tak pernah diberlakukan, dulu ke mana saja," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (30/6/2011).
Ia mengatakan saat ini kuncinya ada di MPAA apakah akan mengirimkan produksi film-filmnya ke Indonesia, dengan catatan pemerintah tak mempersoalkan pajak royalti impor film 10%. Padahal kata dia, importir film sudah menerima adanya aturan baru bea masuk spesifik yang sudah naik 100% termasuk pajak-pajak lainnya di luar royalti.
(hen/ich)











































