Seperti dilansir Reuters Jumat (5/3/2010), Sersan Jeffrey S. Sarver merasa dikhianati karena Kathryn Bigelow Cs telah mencuri kisahnya. Jeffrey menuduh film mendapat sembilan nominasi di Oscar 2010 itu dibuat, berdasarkan pengalamannya sebagai penjinak bom di Irak.
Pada 2005 lalu, Jeffrey pernah menjadi narasumber untuk artikel 'The Man in the Bomb Suit' di majalah Playboy. Kebetulan, yang melakukan wawancara terhadap Jeffry adalah Mark Boal, penulis naskah 'The Hurt Locker'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeffry pun semakin kecewa ketika dirinya tidak diajak Kathryn Bigelow dan Mark Boal untuk menjadi konsultan di film yang kini dirilis ulang di Indonesia itu. Padahal, ia sudah pernah menawarkan bantuan kepada mereka.
Tak lama setelah Jeffry mendaftarkan gugatannya pada Selasa (2/3/2010), Summit Entertainment pun langsung pernyataan. Dalam pernyataannya itu, Summit menegaskan kalau karakter yang ada 'The Hurt Locker' adalah karakter yang fiktif.
Seminggu menjelang Academy Awards, ini kedua kalinya 'The Hurt Locker' menuai kontroversi. Sebelumnya, Nicolas Chartier, sang produser melakukan kebodohan dengan mengirim email kepada rekan-rekannya untuk minta dukungan. Di emailnya itu, ia menyebutkan kalau film garapannya lebih pantas menang ketimbang 'Avatar'.
"Saya harap kalian suka dengan 'Hurt Locker', jika Anda suka dan ingin kami menang, tolong bilang kepada teman-teman Anda yang ikut memilih untuk Oscar, kalau mereka semua bilang suka, maka kami akan menang dan bukan film yang berbujet US$ 500 juta, kita butuh film independen untuk menang," tulis Nicolas.
Meski sudah meminta maaf, tindakan Nicolas tersebut dinilai telah melanggar tata-tertib Academy Awards. Oleh karena itu, ia dilarang untuk menghadiri acara malam penganugerahan Oscar pada 7 Maret mendatang.
Apakah masih ada peluang bagi 'The Hurt Locker' untuk meraih penghargaan Film Terbaik di Oscar 2010?
Scott Feinberg, salah satu kritikus film di Hollywood, menuturkan 'The Hurt Locker' masih punya peluang besar. Menurutnya, kontroversi tersebut tidak berdampak besar karena pemungutan suara Oscar berakhir pada Selasa (2/3/2010).
"Biasanya juri Oscar langsung mengembalikan form pemilihan begitu menerimanya," ujarnya di Andthewinneris.com.
Kejadian yang dialami 'The Hurt Locker' sebenarnya adalah hal biasa terjadi setiap menjelang Oscar. Tahun lalu, 'Slumdog Millionaire' yang diunggulkan banyak pihak juga menuai kontroversi.
Film garapan sutradara Danny Boyle itu dituduh tidak memberikan yang bayaran setimpal kepada para pemain ciliknya, Rubina Ali dan Azharuddin Mohammed Ismail. Meski begitu, Slumdog Millionaire' berhasil meraih delapan penghargaan, termasuk penghargaan Film Terbaik.
Nah, Apakah 'The Hurt Locker' bisa mengikuti jejak 'Slumdog Millionaire' menjadi yang terbaik di Academy Awards ke-82? (hkm/hkm)











































