Bersama sang istri, Ni Nyoman Darti, ia mengaku diajak oleh salah satu temannya untuk menjadi figuran film tersebut. Kebetulan, tim produksi 'Eat, Pray, Love' tengah melakoni syuting di areal persawahan Bentuyung, Ubud, Bali pada 15 hingga 16 Oktober lalu.
"Saya sebagai petani yang ceritanya lagi di sawah," ujar pria yang terkadang juga bekerja sebagai tukang itu saat ditemui detikhot di kediamannya di Jl Suweta, Bentuyung, Ubud, Bali, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski baru pertama kali terlibat di penggarapan film, I Nyoman Sulur tidak menemui kendala. "Mudah kok, kan sebelum syuting ada arahannya," jelasnya.
Meski berada satu lokasi dengan Julia Roberts, ia tidak begitu antusias untuk bertemu dengan bintang yang populer lewat film 'Pretty Women' itu. Ia hanya bangga bisa ikut serta mendukung film yang menyuguhkan kebudayaan Bali.
"Saya bangga sebagai orang desa, kita membantu orang luar negeriΒ mau mempromosikan kebudayaannya," ujarnya.
Soal honor yang diterima, ia tidak begitu memikirkannya. Sekali lagi, ia menekannya kalau dirinya hanya sekedar membantu dan hali itu merupakan sebuah kebanggaannya yang suatu saat bisaΒ ia ceritakan kepada anak cucunya.
(hkm/kee)











































