Dalam sebuah koran yang terbit beberapa hari lalu, Deddy mengungkapkan pendapatnya soal 'Perempuan berkalung Sorban. Menurutnya cerita yang disajikan dalam film itu sangat menyudutkan Islam. Deddy menyebutkan, fikih-fikih Islam yang dihadirkan dalam Perempuan Berkalung Sorban cenderung tak jelas serta memiliki penafsiran sepihak saja.
Hanung tak emosi dengan pendapat Deddy di atas. Baginya sah-sah saja jika Ketua BP2N itu memiliki pandangan lain soal film tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengaku kebingungan umat Islam mana yang ia sakiti karena 80 persen penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Menurut Hanung, film yang diproduksi Star Vision itu sudah mendapat dukungan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin,.
"Kalau semua umat Islam, berarti hatinya Pak Din Syamsuddin tersakiti. Tapi dia malah mendukung," ujarnya.
Hanung menganggap film garapannya itu adalah sebuah karya seni yang bisa menimbulkan banyak persepsi. Jadi ia tidak heran kalau ada orang yang memiliki persepsi yang berbeda tentang 'Perempuan Berkalung Sorban'.
"Saya sikapi perbedaan itu dengan arif," tambahnya.
Ia hanya menyesalkan beberapa orang yang memberi komentar negatif itu ternyata belum pernah menyaksikan film yang dibintangi Revalina S Temat tersebut. "Belum nonton, sudah menproklamirkan nggak mau nonton film ini. Jadi ukurannya apa, kan aneh?," pungkasnya. (hkm/eny)











































