Tampak ada 3 perwakilan dari Keraton yang datang melayat ke Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Adapun ketiga orang itu adalah suami dari GKR Hayu, yakni KPH Notonegoro, GKR Condrokirono, dan GKR Bendara.
KPH Notonegoro mengatakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyampaikan rasa duka sedalam-dalamnya. Menurutnya, meninggalnya Djaduk cukup mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini cukup mengejutkan karena mendadak. Kemarin sempat ada beberapa perbincangan gitu dengan mas Djaduk dan (Djaduk) kelihatan masih sehat," katanya saat ditemui di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (13/11/2019).
"Kami mendoakan supaya keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan karya-karya seni mas Djaduk bisa langgeng dan diteruskan," imbuh KPH Notonegoro.
Djaduk Ferianto Menginspirasi dalam Berkarya
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
|
"Mas djaduk punya pemikiran yang ingin juga mengarahakan bagaimana di Jogja ini bisa menuju ke arah sana. Beliau memang banyak sekali kreatifitas, inovatis dan menginspirasi buat generasi muda yang berproses bersama-sama mas Djaduk, sangat inspiratif," katanya.
"Dan saya senang mas Djaduk itu karena kreatif dan berani memperluas batas-batas seni. Jadi kalau dalam berkreasi itu beliau seolah-olah di luar kotak gitu," sambungnya.
Karena itu, ia ingin generasi muda meneruskan apa yang sudah diinisiasi Djaduk. Seperti halnya Ngayogjazz yang akan digelar tanggal 16 November besok.
"Yang paling dekat kan Ngayogjazz, itu mas Djaduk sendiri yang menginisiasi dan sebentar lagi akan diadakan malam Minggu besok (16 November). Semoga bisa langgeng diteruskan seniman muda di Yogyakarta," katanya.
Halaman 2 dari 2