Pada penutupan festival, Minggu malam, dangdut pun menjadi sajian yang menandai berakhirnya pesta rakyat tahunan terbesar di Eropa yang digelar di sepanjang 3 kilometer di sisi Sungai Main itu. Segenap warga negara Indonesia yang ada di Jerman berkumpul, dan berbaur dengan masyarakat Frankfurt dan sekitarnya, melebur dalam goyangan mengikuti irama setiap lagu.
Seperti biasa, Orkes Melayu Banter Banget membawakan lagu-lagu dangdut klasik. Pada dua lagu terakhir, Djaduk memanggil seluruh penampil yang telah mengisi panggung Indonesia selama 3 hari. Mereka adalah JFlow, Dira Sugandi, Bonita, Dwiki Dharmawam, Mian Tiara, Sri Hanuraga, DJ Cream dan rombongan Gandrung Banyuwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komite Nasional untuk Frankfurt Book Fair 2015 Goenawan Mohamad menyatakan apresiasinya atas kerja tim seniman yang dipimpin oleh Slamet Rahardjo sebagai Ketua Komisi Pameran, Pertunjukan dan Seminar untuk FBF 2015.
âTeman-teman telah mengatur acaranya dengan bagus, tadi diakhiri dengan luar biasa, penutupnya dangdut, semua orang terlibat. Saya kira dangdut akan melekat di sini seperti samba. Tapi yang terpenting, pada akhirnya Indonesia bisa dikenal, dan mulai hari ini tidak bisa dianggap enteng,â ujarnya.
Senada dengan Goenawan, Slamet Rahardjo menambahkan penampilan Indonesia di Museumsuferfest 2015 telah membuka mata masyarakat Jerman, bahwa Indonesia memang pantas dikenal, dan patut menjadi sahabat yang setara.
âOleh karena itu, tak ada yang bisa saya katakan selain terima kasih pada para penampil, mereka orang-orang hebat, tapi tak ada yang primadona complex, semua rendah hati dan itu tanpa sadar telah memberi contoh dari unity in diversity itu sendiri,â ujar Slamet.
Indonesia menjadi official theme country Museumsuferfest 2015 sebagai rangkaian dari penunjukan sebagai Guest of Honor FBF 2015, yang akan digelar Oktober nanti. Slamet sebagai âkepala sukuâ para seniman yang tampil di festival tersebut merasa lega karena acara berjalan sukses dan lancar.
âSelama 6 bulan menyiapkan ini semua, banyak hal yang harus kami yakinkan untuk mendapatkan dana yang tepat. Maka saya melaporkan kepada rakyat Indonesia, bahwa misi untuk mem-branding Indonesia sebagai negara yang inspiratif ternyata diterima dengan baik, dan membuat mereka (masyarakat Jerman) kagum,â tutur Slamet.
Â
(mmu/wes)











































