Seratus tahun yang lalu, seni rupa dunia dihebohkan dengan kasus pencurian lukisan 'Mona Lisa' yang terjadi di Museum Louvre. Pada 21 Agustus 1911 silam, karya seni yang dianggap 'the greatest potrait of all time' itu dicuri oleh pria Italia bernama Vincenzo Perrugia.
Namun, jauh sebelum itu lukisan karya Leonardo da Vinci itu diduga dicuri oleh Pablo Picasso. Dalam sebuah artikel yang dilansir detikHOT dari Huffington Post, Selasa (25/8/2015), menyatakan otoritas Prancis pernah mencurigai seniman Spanyol, Pablo Picasso.
"Picasso bisa saja menjadi tersangka dari kasus pencurian itu," kata Sara Boboltz, salah seorang kritikus seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Mbongeni Buthelezi, Seniman Afrika Selatan yang Melukis dengan Plastik
Setelah kepolisan muncul, ia membawa mereka kepada bos lamanya Apollinaire. Namun, kerabat dekat Picasso itu menolak diselidiki kepolisian. Lantaran tak ada bukti, ia pun dilepaskan.
Alasan ketiga, Picasso pernah dibayar oleh Pieret untuk membuat beberapa patung, beberapa bulan sebelum Mona Lisa dicuri. Peristiwa ini pernah terungkap dari buku 'The Crimes of Paris: A True Story of Murder, Theft and Detection' karya Dorothy dan Thomas Hoobler.
Dalam sebuah persidangan, Picasso pernah mengatakan ia begitu ketakutan atas dugaan pencurian dan sangat takut dirinya dideportasi kembali ke Spanyol. Termasuk, ketika kawannya diduga terlibat kasus kriminal.
Alasan yang kelima adalah siapa sih yang tak terpukau dengan lukisan Mona Lisa? Siapa saja ingin melihat dan memilikinya. Meski Perrugia telah mengaku bersalah mencuri Mona Lisa pada Desember 1913 silam dan dihukum pidana, namun kasus ini tetap hangat diperbincangkan.
"Namun, meski Perrugia sudah dihukum tapi bisa jadi Picasso adalah dalang dari pencurian Mona Lisa," kata Sara.
HOT Feature: Luna Maya Versus Aura Kasih, Siapa yang Lebih Seksi?
(tia/ron)