'Lamaran', Drama Komedi yang Bukan dari Novel

'Lamaran', Drama Komedi yang Bukan dari Novel

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 14 Jul 2015 11:22 WIB
Lamaran, Drama Komedi yang Bukan dari Novel
Salah satu adegan di film 'Lamaran' (dok. Rapi Films)
Jakarta - Lima sampai 10 tahun ke belakang, film Indonesia banyak yang datang dari adaptasi karya tulis sastra maupun novel. Cerita yang sudah pasti dan pasar yang jelas, jadi alasan banyak rumah produksi.

Tapi tidak untuk Rapi Films yang sebentar lagi merilis film terbarunya 'Lamaran'. Film drama komedi itu tidak mengikuti tren dengan mengembangkan sendiri cerita di dalamnya.

"Kami memang mengembangkan sendiri ceritanya bersama sutradara, Monty Tiwa. Kami duduk bareng dan membuat plot. Skenarionya juga ditulis langsung oleh Monty dan tim," jelas produser Sunil Samtani kepada detikHOT, usai Press Screening 'Lamaran' beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa adaptasi, bukan berarti 'Lamaran' tidak punya performa yang baik. Diperankan oleh Acha Septriasa dan Reza Nangin, 'Lamaran' punya alur cerita drama dan komedi yang pas. Ditambah lagi, adat Batak menjadi latar belakang budaya di dalamnya.

Tiar (Acha Septriasa) adalah seorang pengacara Batak cantik yang terlibat masalah. Dirinya menjadi target pembunuhan setelah memutuskan menangani kasus korupsi orang terkenal. Di tengah ketakutan, muncul dua agen rahasia bernama Kijang 1 dan Kijang 2 yang betugas melindunginya.

Di sisi lain kehidupan Tiar, ada masalah pelik dalam keluarga, di mana Tiar yang sudah melajang cukup lama akan segera dijodohkan oleh orang tuanya. Parahnya lagi, resepsionis di kantor Tiar yang bernama Aan (Reza Nangin) pun turut terbawa. Seperti apa jadinya 'benang kusut' tersebut? 'Lamaran' akan tayang 15 Juli besok.

(mif/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads