"Awalnya kita diundang sama pihak National Gallery of Victoria (NGV) untuk bikin projek pameran di galeri mereka. Mereka punya satu program khusus untuk anak-anak," ucap Herbert Hans kepada detikHOT, Selasa (26/5/2015).
Grup seniman lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terdiri dari tiga orang yakni Febie Babyrose, Herbert Hans dan Ruddy Hatumena. Di galeri tersebut, Tromarama membuat karya berjudul 'Open House'. "Kita bangun rumah di dalam ruangan galeri."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi setiap anak yang dateng setelah nonton video animasi yang kita buat, mereka bisa langsung bikin animasi versi mereka sendiri," tutur Ebet.
Tromarama yang terbentuk sejak 2006 silam ini awalnya memang gemar bereksperimen dengan teknik animasi di karya video. Serta terbiasa menggunakan benda-benda sehari-hari seperti sepatu, lampu, kancing, sapu, dan mainan untuk materi animasinya. Selain itu, Tromarama juga pernah kerja bareng dengan tiga band Tanah Air.
"Yang menyenangkan berkolaborasi dengan band atau musisi adalah bagian menginterpretasi suara, bunyi atau musik mereka lewat visual. Biasanya kita menterjemahkan ritme, ketukan, suara, bunyi lewat animasi gerak. Hasilnya bisa sangat eksperimental dan tidak terduga dan terbayangkan sebelumnya."
Salah satu kolaboratornya bersama dengan band Seringai. Video musik 'Serigala Militia' dikerjakan saat mengikuti workshop 'Video After School #1'. Idenya video animasi dengan teknik cukil kayu atau wood cut dan menghabiskan sekitar 450 papan kayu yang harus dicukil.
Rencananya, pada 12 Juni mendatang Tromarama akan pameran tunggal di Museum Stedelijk Amsterdam.
Saat ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengikuti jejak Febie, Herbert dan Ruddy. Caranya, submit karya kamu ke Go Ahead Challenge!
(tia/hkm)











































