Salah satu cara andalan band pelantun 'Ini Bukan Lagu Cinta' itu adalah menggunakan sistem 'voting' alias pemungutan suara. Dalam berbagai tindakan, 7Kurcaci memungut suara lima personelnya. Termasuk saat memutuskan kata apa yang akan digunakan sebagai judul lagu-lagunya.
"Album 'Stick Together' ini benar-benar hasil prosesnya pembelajaran 7Kurcaci. Dulu masih ada produser dan music director, kalau ada yang nggak bisa, masih bisa diusahakan. Kalau sekarang kami semua jadi produser dan music director-nya. Banyak sekali perdebatan yang terjadi," jelas Munkee kepada detikHOT belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kami menemukan pola baru sekarang, apapun yang terjadi, vote. Dulu kan ikut aja, sekarang nggak bisa. Suka nggak suka, bagus nggak bagus kita jalani. Jadinya, kami menjalankan apa yang sudah kami putuskan. Belajar banyak banget. Urusan kata per kata itu kita vote, walaupun prosesnya harus jadi lama sekarang," sambung personel lainnya, Kuple.
Akibat dari sistem demokrasi bermusik yang mereka jalani, 7Kurcaci harus menghadapi sejumlah keributan. Seringkali antarpersonel terjadi adu pendapat yang berakhir tidak saling tegur sapa.
"Kami membahas secara detaik konsep musik, utuk bahas satu lagu itu lama banget. Jadilah ada ribut-ribut, diam-diaman, keluar dari grup (chatting messenger). Tapi dengan begini, ada rasa kepemilikan. Nggak bisa yang terima aja, terima beres lagi," pungkas Disc Jockey (DJ) Slide.
Baca Juga: 7Kurcaci Masih Ada dan 'Stick Together'
Lantas bagaimana dengan perubahan personel yang terjadi pada 7Kurcaci sejak tahun 2003 sampai 2014 kemarin? Bagaimana band pelantun 'Junkeezz' menghadapi dan menjalaninya? Simak terus di detikHOT!
(mif/mmu)