Aktivis Perempuan Ajak Boikot Film 'Fifty Shades of Grey'

Aktivis Perempuan Ajak Boikot Film 'Fifty Shades of Grey'

- detikHot
Jumat, 06 Feb 2015 16:40 WIB
Aktivis Perempuan Ajak Boikot Film Fifty Shades of Grey
Twitter @LDNAbusedWomenCentre (London Abused Women's Centre)
Jakarta - Polemik erotisme 'Fifty Shades of Grey' semakin meluas. Bukan lagi masalah lulus sendor atau tidak, tapi film adaptasi novel karangan E.L. James itu diboikot oleh organisasi aktivis perempuan di London.

Mereka adalah London Abused Women's Centre yang dengan tegas menggalang dukungan untuk mengajak orang-orang agar tidak menonton film arahan Sam Taylor-Johnson tersebut. Lewat sosial media Twitter, London Abused Women's Centre menggaungkan tagar #50DollarsNot50Shades sebagai bentuk perlawanannya.

Baca Juga: 'Fifty Shades of Grey' Juga Dilarang di Malaysia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir People, Jumat (6/2/2015), organisasi yang melawan kekerasan dan ketidakadilan terhadap kaum Hawa itu mengajak para penikmat film untuk mendonasikan uangnya untuk perempuan yang membutuhkan, daripada dipakai membeli tiket bioskop untuk menonton 'Fifty Shades of Grey'.

Karena menurut mereka, film yang dibintangi oleh Jamie Dornan dan Annastasia Steele itu mengandung konten seksual yang merendahkan perempuan. Gerakan itu pun langsung menimbulkan reaksi dukungan dari luar London dan organisasi tersebut.

Baca Juga: 'Fifty Shades of Grey' Tak Lulus Sensor, Yuk Nonton Versi Lego

Orang-orang yang menganut BDSM (masokisme) juga ikut serta. "Safe. Sane. Consensual." THIS is the basis of BDSM. #50ShadesOfGrey ignores it & is glorified abuse and is damaging. #50DollarsNot50Shades," tulis akun @shinishichan yang mengaklaim berasal dari perwakilan BDSM.

Padahal, 'Fifty Shades of Grey' sendiri belum juga ditayangkan. Amerika Serikat baru akan menayangkan film itu pada 13 Februari mendatang. Sedangkan Indonesia dan Malaysia, sudah resmi menolaknya dengan alasan tidak lulus sensor.

(mif/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads