'X-Files: I Want to Believe'

Review Film

'X-Files: I Want to Believe'

- detikHot
Jumat, 25 Jul 2008 15:13 WIB
X-Files: I Want to Believe
Jakarta - Sepuluh tahun setelah layar lebar pertamanya dirilis, 'X-Files' hadir kembali di layar lebar. Kali ini Mulder dan Scully bertarung mempertahankan kepercayaannya masing-masing akan misteri dan hubungan cinta mereka.
Β 
Dalam pembukaan film 'X-Files: I Want to Believe', Mulder digambarkan sebagai bekas agen FBI yang bersembunyi karena mempunyai masalah dengan FBI. Sedangkan Scully sukses berkiprah sebagai dokter bedah.
Β 
Keduanya terpaksa ditarik kembali dari kenyamanan hidup mereka ke area hitam yang selama ini ditinggalkan. Kasus yang dihadapi adalah hilangnya seorang agen FBI.
Β 
Aura mistis yang melibatkan cenayang dalam kasus ini membuat FBI tak ada pilihan. Mulder dan Scully yang terkenal ahli dalam hal tersebut terpaksa ditarik lagi untuk memperkuat penyelidikan.
Β 
Tema 'I Want to Believe' benar-benar dibawa sang sutradara, Chris Carter sepanjang film. Duo ini digambarkan selalu resah karena berbagai ketidakpastian dari semua tindakan yang mereka lakukan, mulai dari kasus yang tengah diselidiki, orang yang terlibat, sampai ke kehidupan pribadi.
Β 
Secara umum film ini bisa membuat penontonnya terus mengikuti alur cerita yang disajikan dengan perasaan tegang. Seperti seri 'X-Files' yang diputar di layar kaca, aura film yang gelap dan penuh misteri terus berlangsung sepanjang film. Dinginnya daerah Virginia yang penuh salju merupakan setting yang mendukung suasana mencekam dalam film ini.
Β 
Buat yang belum pernah menonton film 'X-Files' baik serial maupun layar lebar, tak perlu khawatir. Film ini tak banyak memasukkan hubungan dengan masa lalu dan mudah dicerna bahkan bagi orang yang baru pertamakali menyaksikan aksi duo Mulder-Scully.
(fta/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads