Di sisi lain Thomas Barnes (Dennis Quaid) selaku agen khusus pelindung presiden baru saja pulih dari sakitnya karena tertembak peluru saat bertugas. Ia baru saja diberi kepercayaan untuk kembali menjalani tugasnya. Dapatkah Thomas dan rekannya Kent Taylor (Matthew Fox), membongkar konspirasi teroris itu. Dapatkah konspirasi yang disusun agen rahasia Amerika mampu mencegah kejahatan sang teroris?
'Vantage Point' menyajikan tayangan yang cukup menegangkan. Alurnya yang di buat dari berbagai sudut pandang menjadi daya tarik tersendiri dari film bergenre action ini.
Film arahan sutradara Pete Travis ini menampilkan sudut pandang beberapa orang yang terlibat teror itu baik langsung maupun tidak langsung. Walaupun dibuat multi perspektif, 'Vantage Point' tetap bisa dinikmati tanpa membingungkan penonton.
Sayangnya di satu bagian, 'Vantage Point' seolah-olah mencari pembenaran mengenai invansi Amerika Serikat terhadap negara-negara yang dianggapnya musuh. Di suatu adegan digambarkan, sebenarnya sang presiden menolak untuk invansi, karena ingin tetap
mengusung agenda perdamaian. Namun karena tekadnya itu, jiwanya lah yang justru terancam. Pembenarannya, bahwa invasi yang dilakukan selama ini sebenarnya dilakukan demi melindungi negara. (kee/eny)











































