The Kingdom: Dendam Tiada Akhir

Review Film

The Kingdom: Dendam Tiada Akhir

- detikHot
Kamis, 29 Nov 2007 11:03 WIB
The Kingdom: Dendam Tiada Akhir
Jakarta - Serangan teroris tiba-tiba terjadi di perumahan warga Amerika Serikat di Riyadh, Saudi Arabia. Saat penduduk sedang asyik menikmati hari libur dengan bermain baseball bersama keluarga, dua orang berpakaian polisi menembaki penduduk dengan membabi buta.

Pada malam hari, saat polisi Amerika dan polisi setempat melakukan evakuasi, terjadi ledakan bom dahsyat. Sebagian besar orang yang sedang melakukan evakuasi dan korban luka-luka pada serangan pertama pun tewas seketika.

Kejadian tak berperikemanusiaan itu membuat geram Amerika Serikat, termasuk Ronald Fleury (Jamie Foxx) yang menjabat sebagai agen spesial FBI. Walaupun dilarang pemerintah, Fleury dan timnya, Grant Sykes (Chris Cooper), Janet Mayes (Jennifer Garner) dan Adam Leavitt (Jason Bateman) tetap nekat untuk datang ke Saudi Arabia dan melakukan investigasi.

Akhirnya pihak Arab Saudi memberikan mereka izin melakukan investigasi selama lima hari, itu pun dengan peraturan-peraturan yang sangat membatasi ruang gerak mereka. Mereka didampingi Kolonel Faris Al Ghazi (Ashraf Barhom) yang mengurus seluruh jadwal serta kegiatan para agen FBI itu selama di Saudi Arabia.

Dapatkan Fleury dam timnya membongkar jaringan teroris di Saudi Arabia?Apakah perjuangan teroris akan berhenti begitu saja? Apa pengaruh kejadian tersebut terhadap hubungan Saudi Arabia - Amerika Serikat?

Dilatarbelakangi pertentangan Saudi Arabia - Amerika Serikat yang datang dari kaum ekstrimis agama di Arab, The Kingdom memaparkan suatu realita pahit. Hubungan bilateral yang tampak baik-baik saja, ternyata menyimpan borok di dalamnya. Mereka yang jadi korban adalah rakyat sipil, yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian kedua negara tersebut.

Dalam film karya sutradara Peter Berg ini juga digambarkan mengenai pertentangan antara kepentingan ekonomi, nilai-nilai budaya serta agama yang ekstrim. Semua pertentangan tersebut hingga saat ini tidak memiliki titik temu.

Di sisi lain 'The Kingdom' memperlihatkan bagaimana dua orang dari latar belakang budaya serta agama yang berbeda (Fleury - Al Ghazi), dapat bekerja sama dengan baik ketika memiliki musuh yang sama yaitu terorisme
(eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads