ADVERTISEMENT

Review Hustle (Netflix): Hiburan Klasik yang Menyenangkan

Candra Aditya - detikHot
Jumat, 10 Jun 2022 20:04 WIB
Hustle
(Foto: dok. Netflix) Hustle hadir karena kadang kita perlu diingatkan bahwa keberadaan Adam Sandler di industri film adalah sebuah berkah.
Jakarta -

Adam Sandler adalah bintang Hollywood yang sebenarnya tahu dia punya talenta yang luar biasa. Kalau pun dia akhir-akhir ini "mengotori" Netflix dengan komedi-komedi setengah matang yang bisa Anda saksikan sambil mengiris bawang merah, saya selalu tahu bahwa Adam Sandler bisa membuat film yang keren banget kalau dia mau. Dan kemarin dia membuktikannya dalam Uncut Gems, sebuah drama berbumbu thriller yang saking tegangnya, semua kotoran di perut Anda bisa berubah jadi berlian saat Anda menonton filmnya. Uncut Gems membuktikan bahwa Adam Sandler tidak hanya tahu skrip dan sutradara yang baik tapi ia juga tahu bagaimana mengambil spotlight dan menggunakannya dengan maksimal. Satu-satunya kesalahan dalam film itu adalah kenyataan Sandler tidak diganjar dengan nominasi (atau bahkan piala) Oscar.

Dalam Hustle, sebuah film olahraga yang sangat menyenangkan karya Jeremiah Zagar, Adam Sandler memang tidak semenohok seperti di Uncut Gems tapi ia memberikan kelembutan yang sangat diperlukan sehingga membuat film ini menjadi lebih spesial dari yang seharusnya. Di sini ia berperan sebagai Stanley Sugerman, seorang pencari bakat untuk memenangkan timnya Philadelphia 76ers. Selama beberapa tahun terakhir hidupnya berkisar antara satu lapangan basket ke satu lapangan basket lainnya dan kamar hotel asing ke kamar hotel asing lainnya.

Tentu saja Stanley punya mimpi lain daripada menjadi sekadar pencari bakat. Dia ingin menjadi pelatih. Dia ingin lebih dekat dengan istrinya (Queen Latifah) dan anaknya (Jordan Hull). Dan mimpi itu sepertinya akan menjadi kenyataan ketika dia menemukan seorang pekerja konstruksi bernama Bo Cruz (Juancho Hernangomez), yang mempunyai bakat yang luar biasa.

Ditulis oleh Taylor Materne dan Will Fetters, tentu saja Hustle memiliki semua adegan yang Anda pernah lihat dalam film sejenis. Montage latihan? Ada. Karakter utama yang memiliki rahasia yang ia sembunyikan dari orang lain yang bisa mengancam kariernya? Ada. Momen dramatis yang sangat depresif sebelum akhirnya mereka semua dianugerahi happy ending? Ada.

Hustle memiliki semua klise yang ada dalam film olahraga kebanyakan (lengkap dengan karakter antagonis yang lumayan over-the-top tapi sangat efektif dimainkan oleh Ben Foster), tapi berkat penyutradaraan Zagar, Hustle berakhir manis. Rasanya bukan membosankan karena resepnya sama dengan film-film seperti Rocky, Creed atau bahkan sedikit Jerry Maguire tapi efeknya justru menenangkan karena kita tahu bahwa film ini ada untuk menyenangkan penonton.

Secara kedalaman cerita, Hustle sangat fokus dengan hubungan antara Stanley dan Bo. Kalaupun pada akhirnya pembuat film ini harus mengorbankan hubungan Stanley dengan anak dan istrinya (Queen Latifah dan Jordan Hull lumayan membuat hidup Stanley menjadi tiga dimensional meskipun karakter mereka seperti tempelan karena tidak dikembangkan dengan baik). Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi saya sebagai penonton karena selain hubungan mereka digambarkan dengan seru, chemistry antara Sandler dan Hernangomez sangat baik, saya sama sekali tidak bisa complain.

Seperti yang saya bilang di awal, Sandler tahu bagaimana cara menjual daya tariknya dan dia menggunakan kemampuan aktingnya disini dengan baik sehingga Hustle menjadi tontonan yang mengharukan. Rasa optimisme Sandler (ditambah dengan sedikit keputusasaan) membuat Hustle menjadi menyala. Yang mengejutkan juga adalah penampilan Hernangomez, yang setelah saya Google ternyata adalah pemain NBA beneran, yang bisa meyakinkan saya kalau dia adalah seorang aktor.

Sebagai orang yang tidak mengerti olahraga, Hustle cukup membuat saya tegang karena ia memiliki editing yang sangat baik. Kolaborasi antara kamera dan editing yang sangat seirama membuat adegan-adegan pertandingan basket dalam Hustle terasa seperti mudah dibuat. Ketika Hustle menginginkan kita bersenang-senang, ia menampilkan gaya yang santai. Hal yang sama juga terjadi ketika film ini ingin menunjukkan momen-momen menegangkan. Hustle memberikan itu dengan sangat gampang.

Dengan cameo-cameo pemain basket seperti Trae Young, Doc Rivers, Kenny Smith, Julius Erving dan lain-lain, Hustle adalah sebuah film yang wajib ditonton penggemar basket. Kalau Anda kangen dengan film yang menghangatkan badan, ini film juga sangat saya rekomendasikan. Tapi lebih dari itu, Hustle hadir karena kadang kita perlu diingatkan bahwa keberadaan Adam Sandler di industri film adalah sebuah berkah. Dan film ini kembali mengingatkan saya akan itu.

Hustle dapat disaksikan di Netflix.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT