detikHot

Hot Review

'The Gentlemen': Kembalinya Guy Ritchie

Minggu, 23 Feb 2020 11:48 WIB Candra Aditya - detikHot
The Gentlemen Foto: (imdb.)
Jakarta -

Di era 1990-an ada kalanya nama Guy Ritchie tidak diasosiasikan dengan film Hollywood yang gegap gempita. Oke, sekarang mungkin dia terkenal karena dua jilid 'Sherlock Holmes', adaptasi 'The Man From U.N.C.L.E' yang gagal di pasaran tapi memiliki banyak fans (kalau tidak percaya, buka saja Twitter).

Ada juga awal franchise gagal bernama 'King Arthur: Legend of the Sword' dan tentu saja live action 'Aladdin' yang dirilis tahun lalu.

Tapi Ritchie bukan sembarang sutradara. Meskipun usahanya untuk menjadi sutradara yang versatile agak gagal via 'Swept Away', 'Revolver' atau bahkan 'RocknNRolla' tapi setidaknya dia selalu bisa menyelundupkan kepribadiannya lewat proyek-proyek pesanan itu.

Anda masih bisa merasakan sentuhan 'Lock, Stock and Two Smoking Barrels' dan 'Snatch' dalam 'Sherlock Holmes', 'The Man From U.N.C.L.E.' atau bahkan 'King Arthur'.

'The Gentlemen': Kembalinya Guy RitchieFoto: (imdb.)



Satu-satunya yang sangat tidak Guy Ritchie mungkin hanya 'Aladdin' tapi itu murni karena film tersebut adalah properti tercinta Disney. Editing cepat, penggunaan slow-motion, dialog yang catchy dan akhir film yang sangat membahagiakan adalah ciri khas Ritchie yang selalu bisa ditemukan di film-filmnya.

Film terbarunya yang baru rilis, 'The Gentlemen', adalah pembuktikan Ritchie bahwa dia tidak pernah pergi.

Seperti halnya 'Lock, Stock and Two Smoking Barrels' dan 'Snatch', film ini memiliki begitu banyak tokoh yang saling terkait. Semuanya dimulai ketika seorang drug-lord bernama Mickey Pearson (Matthew McConaughey, terlihat sekali menikmati jadi orang jahat) ingin menjual usaha ganjanya ke bisnisman bernama Matthew Berger (Jeremy Strong, menemukan waktu di sela-sela syuting Succession dari HBO).

Upaya pensiun ini ternyata membawa Mickey ke dalam sebuah intrik terutama ketika dia memutuskan untuk menghiraukan seorang editor tabloid bernama Big Dave (Eddie Marsan, salah satu langganan Ritchie).

Tersinggung karena tidak direspon oleh Mickey, Big Dave memutuskan untuk menyewa investigator bernama Fletcher (Hugh Grant). Fletcher pun mengikuti sepak terjang Mickey dan tangan kanannya, Raymond (Charlie Hunnam, sepertinya kolaborasi keduanya di King Arthur memberikan kesan yang mendalam bagi Ritchie).

'The Gentlemen': Kembalinya Guy RitchieFoto: (imdb.)



Setelah Big Dave mengumpulkan berbagai bukti kejahatan Mickey, termasuk hubungannya dengan gangster asia bernama Dry Eye (Henry Golding, perdana menjadi orang jahat), Fletcher mencoba meminta uang 20 juta poundsterling kepada Mickey via Raymond.

Tapi tentu saja, cerita yang diungkap oleh Fletcher tidak sesederhana yang ia kira. Kerusuhan yang ia lihat hanyalah puncak dari gunung es.

Dari awal 'The Gentlemen' diputar, sudah jelas bahwa kita sedang berada dalam film Guy Ritchie yang dulu. Dialog-dialognya sangat asyik, lengkap dengan istilah-istilah yang aneh. Akting para pemerannya semuanya kasual.

Seolah-olah mereka semua istirahat cukup dan tidur siang sebelum take. Bahkan kalau pun mereka membawa senjata atau melihat kepala putus, mereka melakukan semuanya dengan cara yang sangat kasual. Kekerasan ada dimana-mana.

Kelucuan-kelucuan terjadi tanpa bisa dicegah. Dan penggunaan kata umpatan yang tidak terhenti sampai film berakhir.

'The Gentlemen' mungkin terasa terlalu jadul. Film ini sangat tidak woke karena hanya ada satu karakter perempuan di film ini diantara lusinan karakter laki-laki. Untungnya Guy Ritchie memberikan peran tersebut daging yang lumayan banyak sehingga Michelle Dockery bisa mengunyahnya dengan semangat.

Chemistrynya dengan Matthew McConaughey lumayan apik sehingga Anda ingin melihat pasangan kriminal ini berjaya di akhir film. Oh dan belum lagi rasisme terhadap orang Asia yang ada di dalamnya.


Kekurangan film ini mungkin adalah Guy Ritchie terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga dia sengaja menceritakan cerita yang sebenarnya sangat sederhana ini menjadi agak sedikit belibet.

Tapi begitu Anda tahu apa yang sedang terjadi, 'The Gentlemen' menjadi sangat asyik dinikmati karena permainan persepsi inilah yang memang menjadi keahlian Guy Ritchie.

Yang menjadi 'The Gentlemen' sangat enak untuk dinikmati adalah Guy Ritchie tahu bagaimana mengolah cerita yang familiar ini menjadi sesuatu yang baru.

Dengan menambahkan karakter-karakter aneh sana sini, dari bodyguard Mickey sampai kemunculan Colin Farrell sebagai pelatih tinju, 'The Gentlemen' menggunakan semua tokoh-tokohnya dengan baik.

'The Gentlemen': Kembalinya Guy RitchieFoto: (imdb.)



Semuanya tersambung dengan rapi sehingga tidak ada satu pun pertanyaan tersisa di akhir film.
Dengan konklusi yang sungguh, sungguh memuaskan 'The Gentlemen' adalah pengingat masa-masa emas Guy Ritchie.

Menyenangkan sekali melihat aktor-aktor keren ini mengucapkan dialog-dialog khas Ritchie dan bergaya seakan-akan mereka di sebuah era yang sangat berbeda sambil saling mengungguli satu sama lain.

Jika kalian menginginkan sebuah drama misteri dengan bumbu komedi yang dominan yang hanya bisa dibuat oleh Guy Ritchie, 'The Gentlemen' adalah jawabannya.




Simak Video "'The Invisible Man', Menegangkan dan Penuh Kejutan"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com