detikHot

premiere

'Gemini Man': Musuh Terbaik adalah Diri Sendiri

Rabu, 09 Okt 2019 15:28 WIB Candra Aditya - detikHot
Halaman 1 dari 2
Gemini Man: Musuh Terbaik adalah Diri Sendiri Foto: Gemini Man (dok.Paramount)
Jakarta -

Henry Brogan (Will Smith) adalah seorang agen pemerintah yang sangat andal. Bisa dibilang dia adalah harta karun yang harus dilindungi.

Dia bisa menembak target dari sebuah kereta api yang berjalan dan tidak meleset. Mungkin itu sebabnya ketika Brogan memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya ini, bos-bosnya tidak rela dan memutuskan untuk membunuhnya.

Usaha untuk membunuh Brogan ini sangat kompleks. Karena Brogan akhirnya bertemu dengan Danny (Mary Elizabeth Winstead), seorang agen yang ditugaskan untuk memata-matai Brogan.

Danny ternyata tidak tahu soal misi untuk membunuh Brogan. Dia pun akhirnya dibawa Brogan bersama Baron (Benedict Wong) untuk mencari tahu soal ini.

Director dari program bernama Gemini, Clay Varris (Clive Owen) punya solusi untuk masalah ini. Tanpa sepengetahuan Brogan, dia mengkloning Brogan. Junior (juga diperankan oleh Will Smith), hasil kloning Brogan, selama ini telah dibesarkan oleh Varris sebagai anaknya dan dilatih sebagai pembunuh kelas satu dan kini saatnya dia siap untuk ditugaskan.


Alangkah kagetnya Brogan ketika dia akhirnya berhadapan dengan kloningannya sendiri.

Menonton 'Gemini Man' rasanya seperti menonton sebuah film action 90-an. Unsur jadulnya sangat terasa. Mungkin karena film ini diproduksi oleh Jerry Bruckheimer yang berjaya dengan film-film action 90-annya (seperti 'The Rock', 'Con Air', 'Armageddon' atau 'Gone In 90 Seconds').

Atau mungkin karena film ini adalah salah satu film yang developmentnya terlalu lama. Kabarnya di era '90-an, Tony Scott dan Curtis Hanson (dua-duanya sudah meninggal dunia) sempat terlibat dalam proyek film ini.

Nama-nama seperti Nicolas Cage, Brad Pitt, Tom Cruise sampai Sylvester Stallone bahkan sempat dikabarkan untuk terlibat memerankan karakter utamanya.

Seperti film-film action '90-an, film ini mempunyai beberapa sekuens aksi yang menjadi highlight utama. Seperti adegan kejar-kejaran menggunakan motor di Cartagena yang sangat seru.

Ang Lee yang sepertinya sedang keranjingan menggunakan teknologi 120 frame per seconds (film reguler biasanya 24 frame per seconds) menunjukkan bahwa dengan teknologi ini semua adegan action terasa lebih seru dan lebih real.


Dan memang benar adanya. Adegan-adegan aksi Gemini Man terasa lebih nyata. Ketika karakter-karakternya loncat dari satu gedung ke gedung lain kemudian berlari melewati jalan, Anda bisa merasakan kecepatannya. Kabarnya 'Gemini Man' juga lebih menawan ketika disaksikan dalam versi 3D.

Dan seperti juga film-film action era '90-an, 'Gemini Man' sama sekali tidak kompleks. Tidak ada satu pun yang mengejutkan penonton dalam film ini.

Darren Lemke, Billy Ray bahkan David Benioff tidak sanggup untuk memberikan dinamika cerita yang lebih kompleks daripada seorang agen tua melawan kloningan dirinya yang lebih muda. Tidak ada kompleksitas lebih, tidak ada kejutan, tidak ada apapun yang lebih.

Development karakternya ya begitu-begitu saja. Anda bisa merasakan bahwa karakter Will Smith sudah muak menjadi pembunuh karena dia mulai dihantui mimpi buruk. Dan karena yang memerankan Brogan adalah Will Smith, maka Anda akan mendapatkan semua informasi soal perasaan itu dari dirinya dengan facial expression yang berlebihan.

Tidak hanya di situ, Brogan juga akan menjelaskan semua perasaan yang dia rasakan secara verbal. Tidak ada subtlety dalam film ini. Semua perasaan, keraguan, emosi diucapkan dengan verbal.

(doc/doc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com