detikHot

premiere

Angel Has Fallen: Aksi Gerard Butler Menyelamatkan Presiden (Lagi)

Kamis, 05 Sep 2019 17:03 WIB Candra Aditya - detikHot
Halaman 1 dari 2
Angel Has Fallen: Aksi Gerard Butler Menyelamatkan Presiden (Lagi) Foto: Dok. Lionsgate
Jakarta - Olympus Has Fallen merupakan sebuah film aksi yang solid. Film tersebut seperti menatap Die Hard dengan keras kemudian dia menirunya tapi tanpa terasa seperti plagiat dengan mengganti setting-nya di White House. Dengan skrip yang cukup, pemain yang lumayan mentereng dan penyutradaran Antoine Fuqua yang mantap, Olympus Has Fallen ternyata menjadi sebuah film aksi yang layak untuk disaksikan di layar besar. Resepnya adalah adegan aksi yang membabi buta dan nuansa claustrophobic yang kental.

Olympus Has Fallen akhirnya dicintai oleh penonton dan mengantarkan 170 juta lebih. Tentu saja siapa yang tidak mau melanjutkan kesuksesan ini. Apalagi Gerard Butler, pemeran utamanya, bukan jenis aktor yang menolak pekerjaan. Dia bukan pemilih seperti Leonardo DiCaprio. Maka tiga tahun kemudian kita mendapatkan sekuel pertama dari serial ini. London Has Fallen membuat apa yang penonton sukai di film sebelumnya menguap di udara. Tidak ada nuansa claustrophobic dan adegan aksi yang menegangkan. Yang ada hanyalah Gerard Butler yang masih ngotot dan dialog-dialog aksi menggelikan yang akan membuat Anda mengkeret di bioskop. Tapi meskipun begitu London Has Fallen tetap menguntungkan. Bahkan dia lebih sukses secara komersial dari pendahulunya.

Dan sesuai jadwal, tiga tahun kemudian kita mendapatkan film ketiga dari serial Has Fallen. Setelah White House diserang dan London diledakkan, apalagi yang bisa Gerard Butler lakukan dalam film ketiganya? Kurang lebih sama meskipun kali ini penulis skripnya (ditulis oleh tiga orang yaitu Robert Mark kamen, Matt Cook dan sutradaranya yaitu Ric Roman Waugh) mencoba untuk menyuntikkan sesuatu ke dalam karakter Gerard Butler: ancaman terhadap keselamatannya.

Di Angel Has Fallen kita melihat Mike Banning (Gerard Butler yang kurang lebih sama seperti apa yang dia lakukan di film-film sebelumnya) yang terluka. "Kau adalah bencana yang akan terjadi," kata dokternya ketika dia sedang check-up. Melihat Mike Banning yang tertembak, terpukul, jatuh dan segala macam derita lainnya yang dia lalui selama dua film terakhir, tidak mengherankan jika Mike Banning sekarang sering sakit kepala. Itulah sebabnya dia mengkonsumi pain killer seperti bocah ngemil Kinderjoy.

Kemudian suatu hari Mike Banning harus menemani si presiden, Presiden Allan Trumbull (Morgan Freeman) memancing. Tentu saja hubungan mereka berdua sangat erat. Presiden Allan bahkan menaikkan pangkat Mike Banning untuk menjadi komandan Secret Service. Mike Banning menerima meskipun dalam hatinya dia mau menolak. Pensiun dini. Karena dia tahu kesehatannya sekarang menjadi penghalang. Presiden Allan Trumbull melihat keraguan ini. Dan dia meminta Mike Banning untuk pikir-pikir dulu. Mungkin konsultasi dulu sama istrinya.

Mike Banning setuju dan dia minta pamit kepada Presiden Allan Trumbull. Dia mau istirahat karena kepalanya pusing. Dan tepat seperti diatur, drone bermunculan dan menyerang semua orang yang ada disana. Hampir semua anggota Secret Service meninggal dunia, kecuali Presiden Allan Trumbull dan tentu saja Mike Banning. Ketika dia bangun dia tidak hanya dituduh melakukan rencana pembunuhan terhadap presiden tapi juga anak dan istrinya mendapatkan ancaman dari orang yang melakukan kejahatan ini. Mike Banning sekarang harus melakukan segala cara untuk mencari kebenaran.

(nu2/nu2)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com