DetikHot

premiere

'Rampage': Sekali Lagi, Nasib Dunia Ada Di Tangan The Rock

Kamis, 12 Apr 2018 09:35 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Rampage: Sekali Lagi, Nasib Dunia Ada Di Tangan The Rock Foto: imdb.
Jakarta -

Serahkan semuanya kepada Dwayne Johnson alias The Rock untuk membuat hiburan yang tidak membutuhkan perhatian ekstra. Setelah beberapa bulan yang lalu menghancurkan box office dengan reboot Jumanji (berhasil mendapatkan 950 juta dollar untuk pendapatannya di seluruh dunia), Johnson kembali lagi dengan 'Rampage'. Berkolaborasi dengan sutradara 'San Andreas', 'Rampage' adalah sebuah adaptasi game yang cukup sukses di dekade 80 dan 90-an.

Set-up film ini sangatlah mudah. Dwayne Johnson berperan sebagai Davis Okoye, seorang primatologist yang dekat dengan hewan-hewan yang ia urusi. Terutama George (diperankan dalam motion capture oleh Jason Liles), seorang gorilla albino yang diajarinya bahasa isyarat. Okoye sangat mencintai pekerjaannya. Itu mungkin sebabnya teman kerjanya menyebutnya ia lebih dekat dengan binatang daripada binatang.

Sementara itu, dua kakak beradik pemilik perusahaan jahat, berusaha untuk mendapatkan hasil riset mereka yang jatuh dari luar angkasa. Claire Wyden (Malin Akerman) dan Brett Wyden (Jake Lacy) melakukan rekayasa genetik yang bisa membuat binatang memiliki kemampuan seperti binatang-binatang lain.

Serpihan eksperimen mirip Wyden bersaudara akhirnya mengenai seekor buaya, seekor seriagala dan George. George yang tadinya harmless, penuh humor dan penurut sekarang berubah total. Ia tumbuh lebih besar, lebih liar dan sekarang tidak lagi menurut. Demikian juga dengan serigala dan buaya yang terkena radiasi eksperimen milik Wyden bersaudara. Mereka berusaha mendapatkan aset mereka kembali. Dan saat itulah kota Chicago berada dalam ancaman.

'Rampage': Sekali Lagi, Nasib Dunia Ada Di Tangan The RockFoto: imdb.



Dwayne Johnson bukan jenis aktor yang tertarik untuk membuat film yang membuat penontonnya berfikir keras. Dia tidak tertarik untuk membuat film dengan isu-isu politik atau sosial yang penting. Lihat saja beberapa film yang dibintanginya akhir-akhir ini: 'Jumanji', 'Baywatch', 'The Fate and the Furious', 'Central Intelligence', 'San Andreas', 'Hercules'. Semua ini adalah film entertainment. Film yang dimaksudkan untuk membuat Anda duduk tenang, terhibur atas semua huru-hara yang terjadi di layar dan melupakan masalah Anda beberapa saat.

'Rampage' adalah jenis film kelas B yang sudah lama tidak kita lihat. Premisnya sederhana. Eksekusinya sederhana. Plotnya mudah dimengerti. Dan adegan-adegan klimaksnya sengaja dibuat se-spektakuler mungkin. Kita sering melihat film macam ini di dekade 1980 dan 1990-an. Dan karena ini film kelas B, kekurangan dan kelebihannya sudah Anda bisa perkirakan sejak sosok Johnson muncul di layar.

Kekurangannya adalah tidak ada tantangan bagi Anda untuk menelan ceritanya. Anda bisa menonton 'Rampage' sambil mencuci baju dan Anda masih bisa follow setiap step yang diambil oleh tokoh utamanya. Karakter antagonisnya dibuat sekarikatur mungkin sehingga Anda bisa bersorak ketika si karakter antagonis menemui karma yang kejam. Adegan heroiknya bisa Anda saksikan sebelum adegan itu terjadi.

Adegan ending-nya bisa Anda bayangkan lima menit sejak filmnya dimulai. Setiap dialognya terasa seperti kutipan dari film-film lain yang sudah Anda tonton sebelumnya.

Kelebihannya adalah 'Rampage' hadir hanya untuk menghibur Anda tanpa pretensi. Keseruannya terletak pada berbagai adegan bodoh namun luar biasa keren yang terjadi di sepanjang film. Seperti ketika si monster serigala memangsa banyak orang. Ketika kita melihat bahwa si serigala bisa terbang. Ketika si monster buaya muncul dari sungai.

Ketika para monster ini saling bergerak rusuh dan menaiki gedung tinggi. Adegan-adegan ini tidak mungkin terjadi di film-film kelas Oscar. Adegan-adegan ini hanya bisa Anda saksikan di film-film Dwayne Johnson.

Dan seperti film-film Dwayne Johnson lainnya, Anda bisa mengharapkan ia untuk tampil heroik, approachable, sakti mandraguna (kena peluru dan masih bisa berjalan kesana kemari) dan mempunyai kemampuan luar biasa untuk membuat Anda peduli dengan karakternya meskipun Anda tahu bahwa ini adalah film fiksi yang bodoh. Dwayne Johnson mempunyai kemampuan untuk membuat kita bersimpati dengan karakter-karakter yang ia mainkan sehingga kita tak pernah keberatan meskipun hampir semua karakter yang ia mainkan mirip-mirip. 'Rampage' tidak akan menjadi tontonan yang se-fun ini tanpa kehadirannya.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


(doc/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed