DetikHot

premiere

'Pitch Perfect 3': Nyanyian Terakhir Para Bella

Sabtu, 30 Des 2017 07:37 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Pitch Perfect 3: Nyanyian Terakhir Para Bella Foto: Pitch Perfect 3 (imdb)
Jakarta -

Siapa yang akan menyangka bahwa sebuah film tentang sekelompok grup acapella akan menjadi idola para penonton hingga akhirnya dibuatkan trilogi? Tidak ada. Trilogi Pitch Perfect tidak hanya berhenti sebagai sebuah drama komedi young adult yang digilai namun juga melahirkan lagu hits dari masing-masing filmnya.

Jika film pertama melahirkan Cups maka film keduanya menghadirkan Flashlight. Kini setelah lima tahun, para Barden Bella siap untuk menyanyikan lagu terakhirnya.

Disutradarai oleh Trish Sie yang menyutradarai film 'Step Up: All In', kali ini kita melihat para Bella setelah mereka lulus kuliah. Beca (Anna Kendrick) berhasil menjadi produser musik. Sayangnya dia harus menghadapi klien yang begitu menyebalkan, dia memutuskan untuk mundur.

'Pitch Perfect 3': Nyanyian Terakhir Para BellaFoto: Pitch Perfect 3 (imdb)


Fat Amy (Rebel Wilson) sibuk membuat one-woman-show berjudul Fat Amy Winehouse yang tidak hanya gagal di pasaran namun juga menjadi sasaran para polisi jalanan.

Chloe (Brittany Snow) berusaha keras untuk menjadi dokter hewan. Aubrey (Anna Camp) masih bekerja di tempat lamanya sebagai pengurus tempat perkemahan. Selain mereka, Lilly (Hana Mae), Cynthia-Rose (Esther Dean), Flo (Chrissie Fit), Kelley (Jessica Smith) dan Ashley (Shelley Regner) juga merasakan betapa pedihnya kehidupan sesudah lulus.

Satu-satunya yang masih cerah ceria hanya Emily (Hailee Steinfeld) yang masih kuliah. Hari itu mereka semua berkumpul karena Emily mengajak mereka bersama.

Reuni yang ternyata pertunjukan para Barden Bella yang baru membuat para Barden Bella yang usang ini meratapi nasib mereka. Di sanalah Aubrey mengusulkan agar Barden Bella tampil terakhir kalinya di depan para anggota USO yang berada di luar negeri.

'Pitch Perfect 3': Nyanyian Terakhir Para BellaFoto: Pitch Perfect 3 (imdb)


Yang tidak mereka tahu adalah ternyata DJ Khaled mengadakan kompetisi di mana satu dari empat grup musik yang tampil di depan USO akan menjadi pembuka untuk tournya. Dan kompetisi pun dimulai.

Dengan bujet hanya 17 juta dollar, film pertama 'Pitch Perfect' berhasil mendapatkan lebih dari 100 juta dollar dari seluruh dunia. Film keduanya lebih edan dengan pendapatan sekitar 287 juta dollar dari penjualan tiket bioskop di seluruh dunia.

Tidak mengherankan jika Universal langsung memberikan lampu hijau untuk para Barden Bella ini beraksi. Sayangnya, keputusan Universal untuk mengeksploitasi para Barden Bella ini tidak didukung dengan blue print yang baik.

'Pitch Perfect 3' memiliki skrip yang sangat buruk sehingga Anda bisa merasakan betapa sia-sia potensi yang dimiliki film ini hanyut begitu saja. Kay Cannon dan Mike White sebagai penulis skripnya, tahu bahwa serial ini sangat menarik ketika kita melihat para gadis-gadis protagonis ini melawan para musuhnya dan berusaha menjadi yang pertama.

Ketakutan mereka untuk mengulangi lagi formula yang sama ini akhirnya di-remix dengan beberapa plot yang melibatkan sosok ayah Fat Amy (John Lithgow). Untungnya, Cannon dan White sadar bahwa mereka harus menggunakan kompetisi ini untuk menjalankan plot meskipun harus memberikan beberapa joke yang sangat meta.

'Pitch Perfect 3': Nyanyian Terakhir Para BellaFoto: Pitch Perfect 3 (imdb)


Sayangnya, tidak hanya penonton sudah bosan dengan rumus ini, Cannon dan Mike tidak bisa memberikan persaingan sengit yang membuat penonton melompat-lompat. Bandingkan dengan film pertamanya atau bahkan ketika Barden Bella harus berhadapan dengan Das Sound Machine di film keduanya.

Rivalry yang terjadi dalam film ketiga ini begitu lemah sehingga penonton tidak akan peduli dengan hasil akhirnya—karena tentu saja hasilnya sudah jelas.
Tambahan plot mengenai ayah Fat Amy juga akhirnya berpengaruh terhadap babak ketiga yang begitu menggelikan.

Tidak hanya mengubah genre 'Pitch Perfect 3' menjadi film aksi, tapi juga merubah karakterisasi sosok Fat Amy yang sangat ikonik. Hal ini mengubah persepsi kita terhadap sosok yang sudah penonton kenal dekat dari lima tahun lalu.

'Pitch Perfect 3': Nyanyian Terakhir Para BellaFoto: Pitch Perfect 3 (imdb)


Adegan yang ditampilkan memang agak menghibur meskipun terlihat sangat mediocre tapi apakah semua itu layak? 'Pitch Perfect' bermain dengan sangat apik ketika kita menyaksikan sosok Fat Amy yang self-centered dan bego seperti biasanya; bukan seorang jagoan yang ahli bela diri.

Tapi apapun yang terjadi, terlepas dari berbagai banyak kekurangan yang ada—termasuk adegan riff-off yang kurang seru—'Pitch Perfect 3' adalah sebuah film yang menghibur.

Bagi Anda pecinta para Barden Bella, Anda akan tetap bernyanyi dan berdendang bersama mereka. Sebagai film pamungkas, ini memang sebuah penutup yang agak disayangkan. Namun bukankah yang penting kebersamaannya? Siapa yang peduli isinya kalau kita bisa melihat para Barden Bella beraksi sekali lagi meski nadanya sumbang.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International


(doc/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed