'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan Raya

Candra Aditya - detikHot
Rabu, 30 Agu 2017 09:03 WIB
Foto: Baby Driver (imdb)
Jakarta -

Edgar Wright tidak bercanda. Setelah empat film yang masuk kategori luar biasa, Wright merilis 'Baby Driver' dengan kecepatan penuh.

Film ini adalah apapun yang Anda harapkan dari sebuah film kejar-kejaran dan karya original dari seorang sutradara andal Edgar Wright. 'Baby Driver' akan memaksa Anda untuk memakai sabuk pengaman kemudian menikmati perjalanan panjang tanpa henti sampai akhirnya Anda meninggalkan teater dengan senyum permanen di wajah Anda.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Baby Driver (imdb)



Baby (Ansel Elgort) adalah seorang pengemudi untuk para perampok. Dengan kacamata hitam dan ekspresi datar, Baby adalah sopir andalan Doc (Kevin Spacey) untuk mendapatkan uang haram. Doc jarang memakai kru yang sama.

Namun Baby selalu menjadi sopirnya. Orang-orang seperti Darling (Eiza Gonzales), Buddy (Jon Hamm) atau bahkan Bats (Jamie Foxx) mungkin mengira bahwa Doc memakai Baby karena ia sangat ahli dalam mengendarai mobil.

Hal ini ada benarnya. Tidak ada orang yang bisa mengendarai mobil seperti Baby. Dia sanggup mengelabui polisi dan bisa meliuk-liuk di tengah keramaian lalu lintas.

Namun ada alasan lain kenapa Doc tetap memakai Baby sebagai sopirnya. Ini karena Baby berutang kepada Doc.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Baby Driver (imdb)



Dan ia harus membayar hutangnya dengan menjadi sopir untuk para perampok ini. Dan perampokan selanjutnya adalah pekerjaan Baby yang terakhir. Semua hutangnya akan lunas.

Kemudian suatu hari Baby bertemu dengan Debora (Lily James). Seorang pelayan yang mengubah magnet kutub dalam hidupnya.

Apalagi setelah Baby mengerjakan pekerjaan terakhirnya. Dia makin terasa bebas.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Baby Driver (imdb)



Beban di pundaknya seperti menghilang. Dunia Baby menjadi berwarna. "Aku berbicara banyak kepada kamu daripada semua orang selama setahun," ungkap Baby malam itu. Debora menyeringai lebar.

Cowok cakep, misterius dan menatapnya seperti uang jutaan dollar. Debora tak akan lari ke mana-mana.

Namun ternyata masa lalu Baby masih menghantui. Ternyata Doc tidak melepasnya begitu saja. Pekerjaan masih menunggu.

Hutang Baby memang masih lunas tapi Doc tahu bahwa hanya Baby yang bisa menjadi satu-satunya sopir para perampok yang bisa diandalkan.

Kini Baby harus mencari jalan keluar dari dunia gelap yang ingin kembali merengkuhnya. 'Shaun of the Dead', 'Hot Fuzz', 'The World's End—Cornetto Trilogy'—adalah pembuktian bahwa Wdgar Wright bisa membuat komedi yang berkelas.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Baby Driver (imdb)



Sebagai seorang penggemar film, Wright tahu bagaimana cara memparodikan sebuah genre tanpa jatuh terjerembab seperti karya-karya Aaron Seltzer. Parodi Wright dalam 'Cornetto Trillogy—zombie', buddy comedy, sci-fi—dibuat dengan seksama.

Wright tahu konvensi-konvensi genre yang sedang dia rayakan kemudian dia olah menjadi sebuah tontonan yang luar biasa menghibur.

'Scott Pilgrim vs. the World' adalah karya pertama Wright dalam menerjemahkan karya orang lain. Mengadaptasi sebuah novel grafis yang mempunyai penggemar yang cukup banyak, Wright tidak hanya berhasil menjadikan 'Scott Pilgrim vs. the World' menjadi adaptasi yang bermutu namun juga ia tidak pernah kehilangan tanda tangannya di film.

Di film tersebut pula Wright menunjukkan bahwa dia adalah salah satu dari sedikit sutradara yang punya kontrol paten terhadap ritme. Hal tersebut akhirnya menjadi kekuatan besar dalam 'Baby Driver'.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Screen Shot YouTube



Baby Driver adalah banyak hal. Ini adalah sebuah film aksi kejar-kejaran yang membuat seluruh seri 'Fast and Furious' iri. Tanpa satu pun adegan ledakan atau setting sensasional di luar negeri, 'Baby Driver' tidak pernah kehilangan momentum untuk membuat filmnya menjadi tegang.

Tensi film tetap terjaga dan semakin menggila sampai menuju akhir film. Film ini juga merupakan sebuah film drama percintaan yang begitu romantis.

Jika Scott dan Ramona terasa 'alienating' karena mereka mempunyai dunia yang benar-benar asing, kisah cinta antara Baby dan Debora adalah bahan bakar yang mendukung ketegangan film ini mencapai ke level yang maksimal.

Wright tidak hanya pandai menggambarkan sebuah kisah cinta yang menye-menye, ia juga berhasil menyelipkan kisah cinta yang lebih pure antara Baby kepada ibu dan Joseph (C. J. Jones), ayah angkatnya.

'Baby Driver': Opera Musik Spektakuler di Jalan RayaFoto: Baby Driver (imdb)



Ke semua itu akhirnya dipersembahkan ke dalam sebuah opera musik yang menggelegar. Karena karakter Baby dibuat dengan spesifik, seseorang yang harus mendengarkan lagu setiap saat karena telinganya bermasalah, penonton diajak untuk menikmati sebuah hidup yang secara literal memiliki soundtrack dalam setiap suasana.

Jadinya adalah sebuah pengalaman menonton yang tidak hanya menggelegar namun juga begitu memuaskan. Semua momen terasa larger-than-life tanpa terasa over-the-top.

Kalau film-film sebelumnya Anda bisa melihat OCD Wright terhadap ritme, di sini Anda akan melihat 'Baby Driver' tidak ada bedanya dengan 'La La Land'. Semuanya dikoreografi dengan ketelitian yang mencengangkan.

Adegan kejar-kejarannya jelas sudah diatur dengan sedemikian rupa. Namun coba perhatikan gerakan tangan para pemainnya jika berinteraksi.

Apapun yang ada di sekitar tokoh utamanya sudah diatur dengan presisi yang begitu pas sehingga sync dengan musik yang menggelegar. Hasilnya adalah sebuah musikal aksi yang tiada duanya.

'Baby Driver' adalah sebuah tontonan wajib bagi siapapun. Ini adalah sebuah surat cinta dari seorang pembuat film yang menunjukkan craftmanship-nya yang paling tinggi kepada para pencinta film. 'Baby Driver' adalah film terbaik musim panas, kalau bukan yang terbaik di tahun ini.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International

(doc/doc)