detikHot

premiere

'Gila Jiwa': Eksperimen Segar Lima Sutradara

Selasa, 12 Apr 2016 16:35 WIB Shandy Gasella - detikHot
Jakarta - Di sebuah kafe, tiga cowok dan satu cewek tengah asik ngobrol soal industri perfilman Indonesia. Salah seorang dari mereka, Alex (Jovial da Lopez, 'Jagoan Instan'), merekam pembicaraan dengan kamera video sambil melemparkan pertanyaan kepada teman-temannya itu seputar isu yang tengah mereka bicarakan. Maka, berhamburanlah berbagai pendapat.

"Menurut gue industri perfilman di Indonesia itu gila, bayangkan dengan jumlah penduduk di atas 250 juta jiwa, ngumpulin penonton dua ratus ribu orang aja susahnya minta ampun,” seloroh Omo (debut layar lebar Hery Purnomo) yang berpenampilan unik; kurus kecil dengan raut muka khas orang Jawa namun memiliki pembawaan yang komedik. "Bikin film di Indonesia itu ya, kalau drama harus ada cintanya, kalau komedi harus ada cintanya, kalau horor juga harus ada cintanya,” Kata Dea (Shadira Marini), satu-satunya cewek di antara mereka.

Lalu ditimpali Alex dengan santainya, "Ah, mainstream!"

Begitulah film ini bermula, tentang empat orang sahabat yang sedang ngobrol soal film, dan usaha mereka untuk membuat film --lewat semacam brainstorming untuk kemudian mereka tuangkan ke dalam naskah-- yang bukan mainstream. Dari obrolan ngalor ngidul di kafe, tiba-tiba adegan melompat ke tempat lain, dan kita bertemu dengan karakter baru, seorang aktris terkenal (dimainkan oleh Julia Perez) yang sedang cek cok dengan cewek stunt double-nya yang mulai jengah lantaran dirinya merasa kurang mendapatkan apresiasi.

Lalu kedua orang ini dikejar-kejar preman berperawakan sangar. Mereka kebut-kebutan di atas sepeda motor, saling pepet seperti layaknya dalam adegan car chase di film action. Kita pun disuguhi adegan kelahi, dan si Omo muncul di film ini untuk menyelamatkan jagoan kita. Pada mulanya saya geleng-geleng kepala menyaksikan adegan-adegan absurd yang berlawanan dengan akal sehat ini. Namun, sejurus kemudian, ketika segmen (cerita) ini diakhiri, saya terkejut seperti sedang “dikerjain” (dengan cara yang menyenangkan, tentu saja).

Cerita kembali melompat ke kafe, lalu melompat lagi ke cerita lain lagi. Kali ini kita disodori kisah tentang si Omo yang berperan sebagai Endang, cowok tapi cewek berkerudung, hmm bagaimana ya menjelaskannya? Ia cowok tetapi berkerudung layaknya cewek, tapi tidak kebanci-bancian, ah pokoknya lucu deh! Endang menghadapi dilema baik di sekolah maupun di rumah, dan karakter ibunya diperankan oleh Tio Pakusadewo ('Surat dari Praha') yang tampil berdaster serta berkerudung! Nyeleneh, lucu, segar, menyaksikan segmen ini mata saya terbelalak, dan saya tertawa terbahak-bahak. Lalu, lagi-lagi cerita melompat kembali ke kafe, kemudian melompat lagi ke cerita lain; ada kisah horor, drama, hingga musikal.

Menyebut film ini sebagai omnibus jelas tidak tepat, sebab ini bukan kumpulan film pendek yang dikompilasi dalam satu film. Menyebutnya sebagai feature seperti film kebanyakan juga kurang sreg, entahlah apa namanya, lantaran film ini memang unik dalam hal gaya bercerita. Ada lima sutradara yang terlibat dalam film ini. Masing-masing sutradara menangani satu genre: laga oleh Julia Perez, komedi oleh Aming, horor oleh Ade Paloh, musikal oleh Afgan, drama dan penyatuannya ditangani Ria Irawan yang juga ikut bermain peran dan bernyanyi dengan begitu luwes dalam segmen musikal bersama Omo si jantung hati film ini. Juga ada cameo dari Aimee Saras.

Film ini memiliki production value di atas rata-rata, tergarap dengan baik hampir di segala lini, terutama departemen musik dan tata suara yang mumpuni di bawah tangan dingin Bembi Gusti ('A Copy of My Mind') dan Satrio Budiono ('Surat dari Praha'). 'Gila Jiwa' adalah debut penyutradaraan Ria Irawan yang mengesankan sepanjang 40 tahun kiprahnya di dunia film (sebagai aktris), dan karyanya ini bolehlah dibilang monumental. Paling tidak, bisa jadi pengingat bagi Ria Irawan sendiri bahwa di Indonesia, yang konsisten dan sungguh-sungguh membuat film itu memang cuma "orang-orang gila”.

Shandy Gasella pengamat perfilman






(mmu/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com