Her: Seperti Inikah Cinta di Masa Depan?

Her: Seperti Inikah Cinta di Masa Depan?

- detikHot
Kamis, 20 Feb 2014 20:50 WIB
Her: Seperti Inikah Cinta di Masa Depan?
Jakarta -

I fear the day that technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots. Perkataan Albert Einstein itu memang mulai terlihat bahkan di era saat ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin canggih, beberapa orang mungkin lebih menemukan rasa nyaman pada gadget masing-masing, bahkan ketika nongkrong bersama teman-teman. Dalam film 'Her', sutradara dan penulis skenario Spike Jonze mengangkatnya dari sisi yang paling penting untuk manusia, cinta.

Berlatar tahun 2025, Theodore Twombly (Joaquin Phoenix) adalah pria kesepian dan tertutup. Ia memiliki pekerjaan sebagai penulis surat cinta bagi orang yang kesulitan mengungkapkan perasaan pada pasangan. Sebuah kenyataan yang bisa dibilang miris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpuruk menghadapi perceraiannya dengan Catherine (Rooney Mara), Theodore mencoba mengisi kekosongan hidupnya dengan membeli sistem operasi yang mampu berbicara (seperti Siri) namun lebih canggih karena memiliki kemampuan beradaptasi dan berkembang.

Theo memilih sistem operasinya dengan identitas wanita yang kemudian dinamakan Samantha. "Tak ada alasan khusus, aku hanya suka saja nada dari nama itu," kata si komputer yang suaranya diisi oleh Scarlett Johansson.

Jika Anda sering menonton film-film Scarlett, tentu bisa membayangkan suara seksi serak-serak basah yang bikin gemas. Sepanjang film, Anda hanya akan mendengar suara Scarlett tanpa wujud.

Dimulai dari perbincangan sehari-hari, Theo terkesan dengan kemampuan Samantha yang berkembang secara psikologis dan tingkat kecerdasan. Layaknya pria yang sedang PDKT dengan gebetan, mereka berbicara sepanjang hari tentang apapun.

Theo merasa Samantha sangat mengerti dirinya. Tak ada prasangka, curiga, dan hal lain yang menimbulkan konflik dalam hubungan percintaan antar manusia. Ketika meresmikan status mereka sebagai pasangan kekasih, mereka benar-benar menjalankan kegiatan orang pacaran, kecuali kontak fisik.

Theo bahkan mengajak Samanta ikut kencan ganda, dan berlibur ke pantai. Orang terdekat Theo tak menganggap ada hal yang aneh (meskipun malu mengakui), karena di era mereka, banyak yang terikat secara emosional dengan sistem operasi komputer personal mereka.

Lalu, apakah kisah cinta mereka bisa bertahan selamanya seperti cerita dongeng?

Sebagai sutradara film panjang, Spike Jonze bukanlah orang yang produktif. Selain 'Being John Malkovich' yang dirilis pada 1999 silam, 'Her' merupakan filmnya yang paling banyak menerima nominasi penghargaan bergengsi, termasuk di Academy Awards.

Menonton 'Her' membuat kita bisa tersenyum getir hingga tertawa lepas melihat hubungan 'tak normal' Theo dan Samantha. Akting Joaquin Phoenix sebenarnya pantas disandingkan dengan nominator Oscar lainnya seperti Matthew McConaughey dan Christian Bale.

Memerankan Theo, Joaquin mampu berdialog dengan ekspresi wajahnya, dan jika ada penghargaan khusus untuk pengisi suara, Scarlett Johansson juga pantas masuk nominasi. Bukan karena nada suara yang indah dan seksi seperti bentuk fisiknya, tetapi dari intonasi dan pemotongan kata dalam dialog yang benar-benar pas.

'Her' yang juga didukung oleh Amy Adams dan Chris Pratt itu mungkin bisa menjadi alternatif hiburan Anda untuk mengisi akhir pekan. Sambil membayangkan, mungkinkah hal seperti itu terjadi di masa depan?

(ich/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads