'Wanita Tetap Wanita': Pada Sebuah Kedai Cupcake

'Wanita Tetap Wanita': Pada Sebuah Kedai Cupcake

- detikHot
Selasa, 17 Sep 2013 16:31 WIB
Wanita Tetap Wanita: Pada Sebuah Kedai Cupcake
Jakarta - Film yang digarap secara keroyokan oleh empat aktor muda, Irwansyah, Didi Riyadi, Reza Rahadian, dan Teuku Wisnu ini terbilang cukup unik. Bisa jadi, ini juga satu-satunya film yang selain dibintangi oleh para sutradaranya sendiri, juga dimeriahkan oleh pasangan dan teman-teman mereka di kehidupan nyata.

Dan, untuk menambah kesan keunikan tadi, serta upaya melegitimasi judulnya, 'Wanita Tetap Wanita' juga ditulis keroyokan oleh lima orang wanita untuk setiap segmennya. Ya, film ini berkisah soal lima tokoh wanita dengan lima latar belakang berbeda, lengkap dengan segala konflik yang mereka hadapi.

Film berdurasi 102 menit ini dibuka dengan kisah Shana (Zaskia Sungkar) yang ditinggal pergi calon suaminya tepat di hari pernikahannya. Merasa terpuruk dan mengalami trauma mendalam, Shana berusaha melanjutkan hidup. Lewat bantuan temannya, Jasmine, ia menyibukkan diri berjualan kue dengan membuka gerai cupcake. Tak sedikit yang datang ke gerainya, dan Fauzan (Didi Riyadi), abangnya Jasmine, adalah orang pertama yang menyukai cupcake bikinannya. Rupanya Fauzan tak hanya menyukai cupcake, tapi jatuh hati pula pada Shana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum selesai berkisah soal Shana, cerita lalu beralih kepada wanita lain, Adith (Renata Kusmanto, 'Mama Cake'), seorang penulis yang menganggap dirinya tak membutuhkan sosok cowok di kehidupannya. Lalu takdir mempertemukan Adith dengan Rangga (Marcell Domits, 'Batas'), sopir taksi ganteng yang doyan ngoceh serta hapal betul petuah-petuah dari para filsuf dunia. Nah, agar terkesan masuk akal, Rangga menyebut dirinya seorang sarjana filsafat.

Belum lagi usai berkisah soal Adith, cerita kembali melompat kepada wanita lain, Nurma (Revalina S. Temat, 'Tanda Tanya'), seorang pengacara baru yang bergabung di firma hukum pimpinan Andi (Teuku Wisnu, 'Lentera Merah'). Kebetulan Andi adalah cinta monyet Nurma semasa remaja. Andi kini sudah menikah dan memiliki seorang puteri, sedangkan Nurma adalah tunangan selebriti terkenal bernama Iko (Irwansyah, 'Heart'). Lalu kepada siapa akhirnya Nurma melabuhkan tambatan hatinya?

Tunggu dulu, sebelum kisah Nurma tadi berlanjut lebih jauh, lagi-lagi film ini harus meloncat untuk mengenalkan tokoh wanitanya yang lain, Kinan. Kinan (Shireen Sungkar, 'Suka Ma Suka') adalah seorang pramugari yang penuh bakti terhadap orangtua. Ia berusaha keras mengais rezeki demi membiayai ibunya pergi naik haji. Pada satu ketika Kinan berkenalan dengan Iko, si selebriti tunangan Nurma tadi. Namun perkenalannya dengan Iko menuai gosip tak sedap dari media yang tak hanya menyudutkannya, tapi juga membuat hubungan dengan ibunya jadi renggang.

Cerita lalu beralih kepada Vanya (Fahrani, 'KALA'), seorang model dan DJ yang karena tak mau meladeni hasrat birahi seorang desainer macho, ia hampir saja kehilangan mata pencahariannya tersebut. Masalahnya Vanya membutuhkan banyak uang demi membiayai terapi adiknya yang mengidap autisme.

Bila sedang tak berada di klub, Vanya sesekali suka mampir ke gerai cupcake Shana untuk membawa pulang beberapa potong kue. Bukan hanya Vanya, Adith pun kerap mendatangi gerai cupcake sambil membawa laptop untuk menulis di satu sudut favoritnya. Nurma dan Tio juga menghabiskan waktu kencan pertama mereka di sana. Di gerai cupcake, para tokoh film ini saling bersentuhan. Sayang, para penulis film ini tak cukup lihai memberi alasan kuat soal mengapa para tokohnya begitu menyukai cupcake bikinan Shana.

Bila hal tadi terasa kurang "maksa", pada titik tertentu film ini justru tampil kelewat menggelikan. Lihat misalnya segmen Nurma. Diceritakan saat Nurma melakukan penyelidikan terhadap kasus KDRT yang menimpa kliennya, sekonyong-konyong ada orang asing yang datang menghampirinya lalu memberikan barang bukti kepadanya. Begitu saja. Untuk kisah yang menyebut serial 'Law and Order' dalam dialognya, dan itu menekankan referensi si penulis cerita, adegan tersebut bila tak mau disebut menggelikan, sungguhlah melecehkan akal sehat penontonnya.

Alih-alih dikisahkan satu per satu secara utuh, kelima kisah tokoh wanita di film omnibus ini ditampilkan back to back hasil olahan penata gambar Andhy Pulung. Lagi-lagi sayang, suntingan Andhy justru membuat jalinan kisah film ini tak enak diikuti. Padahal editor langganan sutradara Garin Nugroho ini sebelumnya berhasil dengan begitu apik menata gambar 'Optatissimus' garapan Dirmawan Hatta yang plotnya non-linear itu.

Film pertama dari PH milik Raffi Ahmad dan Irwansyah ini tak mampu tampil mengesankan. Para pemain film ini, yang juga sering kita dijumpai di layar kaca, tak bisa berbuat banyak saat karakter yang mereka mainkan memang ditulis dengan begitu buruk tanpa pengembangan karakter yang berarti. Hingga penonton pun tak tergugah secara emosi untuk peduli akan segala masalah yang mereka hadapi.

@shandygasella pengamat perfilman Indonesia.





(mmu/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads