'World War Z' (3D): Ketika Brad Pitt Berlari-lari Menghindari Zombie

'World War Z' (3D): Ketika Brad Pitt Berlari-lari Menghindari Zombie

Candra Aditya - detikHot
Senin, 24 Jun 2013 11:16 WIB
World War Z (3D): Ketika Brad Pitt Berlari-lari Menghindari Zombie
Jakarta -

Lupakan serial 'Resident Evil' yang semakin lama semakin absurd. 'World War Z' adalah sebuah film zombie terbaru yang siap mengajari film-film zombie lain untuk bersenang-senang dan memangsa manusia dengan efektif. Diangkat dari novel karangan Max Brooks, 'World War Z' adalah tontonan musim panas paling action-packed, gila dan beradrenalin tinggi.
Β 
Film dibuka dengan berbagai macam footage tentang kerusakan dunia dan kemungkinan sebuah virus mematikan yang menular. Opening title ini –yang semakin jarang dibuat oleh Hollywood, ngomong-ngomong– berjalan begitu efektif sebagai intro film ini. Informasinya jelas, dan musiknya – Muse dengan 'Isolated System' yang diambil dari album terakhir mereka 'The 2nd Law'– memberikan nuansa yang menegangkan.

Dari sana, Marc Foster tidak berlama-lama. Kita segera bertemu dengan Gerry Lane (Brad Pitt, tampil mempesona), Karen (Mireille Enos dari serial 'The Killing') dan kedua anak mereka yang sedang stuck di tengah kemacetan Philadelphia. Ketenangan ini segera berubah menjadi teror ketika sebuah makhluk misterius menyerang mereka. Orang-orang menjadi panik –mobil bertabrakan, orang-orang berlarian– dan Gerry pun menyaksikan bahwa hanya dibutuhkan 12 detik bagi korban yang tergigit untuk menjadi zombie.

Gerry dengan ketangkasannya setelah lama bekerja di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) segera meninggalkan Philadelphia, dan akhirnya bertemu dengan Thierry (Fana Mokoena) di kapal milik Angkata Laut Amerika Serikat. Dan, Gerry pun diberikan pilihan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan semua teror ini terjadi atau keluarganya hengkang dari kapal tersebut. Gerry tidak memiliki pilihan lain selain mengencangkan sabuk pengamannya. Dengan miliaran zombie di hadapannya, rasanya itu bukan pilihan yang terlalu buruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa hal yang membuat 'World War Z' tampak tidak meyakinkan sebelum ditonton. Yang pertama adalah faktor sutradara. Ini adalah kali kedua Marc Foster menggarap film blockbuster setelah 'Quantum of Solace' yang membosankan. Filmnya memang lumayan berhasil meraih banyak pundi-pundi dolar, tapi dari segi cerita 'Quantum of Solace' kalah jauh dengan 'Casino Royale'.

Yang kedua adalah laporan buruk mengenai produksi 'World War Z'. Berita tentang kekacauan selama syuting – rumor mengenai hubungan Brad Pitt dan Foster yang tidak baik selama produksi, over-budget, jadwal rilis yang diundur lebih dari 6 bulan, pemecatan beberapa eksekutif produksi, studio yang memutuskan untuk mengganti seluruhnya third act film dan penambahan Damon Lindelof dan Drew Goddard sebagai filmmaker. Semua itu tentu saja membuat penonton semakin skeptis dengan hasil akhir filmnya.

Namun, ternyata semua itu tidak mengubah kenyataan bahwa 'World War Z' merupakan sebuah film yang menegangkan dari awal sampai akhir. Marc Foster sepertinya sedang menebus kesalahannya dalam 'Quantum of Solace'. Tidak ada sedikit pun momen membosankan dalam film ini. Ketegangan dan kejutan terjaga dengan begitu baik. Keputusan untuk mengajak Damon Liondelof dan Drew Goddard untuk menulis ulang seluruh third act film ini juga merupakan keputusan yang hebat. Membuat karakter Gerry Lane tidak hanya terlihat humanis namun juga meyakinkan.

Kekurangannya ada pada kekerasannya. Padahal, film ini diberi label rating PG-13 --tentunya agar meraih banyak penonton. Narasi Gerry Lane di akhir film juga agak basi. Satu lagi, efek 3D-nya juga tidak signifikan. Dan, sudah jelas petunjuknya jika film ini meraih banyak dolar, kita mungkin akan segera menyaksikan 'War World Z 2' dalam waktu dekat.

'World War Z' adalah sebuah film zombie yang begitu menarik di musim panas ini. Karakternya tidak pernah terobsesi untuk menjadi mesin pembunuh – ehm, seperti Alice dalam serial 'Resident Evil'. Di film ini, zombie-zombie berlari secepat atlet sprint dan mereka sanggup melewati pagar tembok yang tinggi atau menghancurkan helikopter. Dan, yang terakhir, di film ini Brad Pitt berlari-larian sepanjang film. Apa lagi yang Anda butuhkan?

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.



(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads