'Test Pack': Rumah Tangga dan Ketakutan-ketakutannya

'Test Pack': Rumah Tangga dan Ketakutan-ketakutannya

- detikHot
Jumat, 07 Sep 2012 13:48 WIB
Test Pack: Rumah Tangga dan Ketakutan-ketakutannya
Jakarta - Film yang bagus tak hanya mensyaratkan cerita yang kuat, tapi juga mesti didukung akting yang ciamik dari para pemainnya. Film 'Test Pack' yang diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita ini dari segi cerita sebenarnya biasa-biasa saja. Tapi, sutradara Monty Tiwa berhasil mengarahkan segenap pemerannya untuk memberikan penampilan terbaik mereka.

Tentu saja, semua itu didukung oleh skenario --ditulis oleh sang suami penulis novelnya sendiri, Adhitya Mulya-- yang matang untuk dituangkan ke dalam bahasa gambar. Jadilah, 'Test Pack' sebuah drama rumah tangga yang diolah secara dewasa. Dengan bumbu komedi yang kadang terasa berlebihan dan 'salah tempat', hasil akhir film ini tetaplah sesuatu yang mengesankan.

Rahmat (Reza Hahadia) dan Tata (Acha Septriasa) adalah pasangan muda yang mapan dan harmonis sampai fakta bahwa salah satu di antara mereka ternyata mandul membuat rumah tangga mereka terkoyak. Di sisi lain, ada pasangan Shinta (Renata Kusmanto) dan Heru (Dwi Sasono) yang juga mengalami masalah sama, namun lebih tragis: sang mertua sampai memisahkan mereka, sehingga Shinta harus pergi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah barang tentu dunia dua pasangan itu tidaklah saling asing. Sejak awal penonton diberi informasi bahwa Rahmat dulunya pacar Shinta. Kini, Shinta menyesal telah meninggalkannya. Dan, sudah barang tentu pula, keduanya akan bertemu lagi. Yang agak kurang smooth adalah cara film ini mempertemukan kembali mereka: begitu Shinta pergi dari rumah Heru, di sela kesibukannya sebagai model, ia langsung teringat kembali Rahmat, dan meminta manajernya untuk mencarikan nomer telepon mantannya itu.

Selebihnya, alur berjalan mulus. Tentu saja ada beberapa hal yang terasa dibikin mudah, tapi untunglah tak sampai merusak "mood" penonton. Justru menariknya, film ini mampu mengembangkan ceritanya, dari urusan "teknis" suami-istri yang tak bisa punya anak menjadi sebuah drama yang penuh ironi. Rahmat yang seorang psikolog di kantor konsultan urusan rumah tangga, yang selama ini menyelamatkan pernikahan banyak orang, pada akhirnya harus menyelamatkan pernikahannya sendiri.

Demikian juga dengan Shinta, di balik kariernya yang glamor sebagai model, ternyata kesepian juga tanpa pendamping di sisinya, dan dunianya yang "sempit" hanya memberinya pilihan untuk mengharap bisa kembali pada Rahmat. Sementara Tata, yang lebih punya pilihan setelah rumah tangganya goncang, ternyata tak semudah itu juga meninggalkan Rahmat begitu saja. Ironi-ironi itu memperkuat cerita yang --seperti telah disebutkan di awal-- biasa-biasa saja, dan pada bagian awal bergulir datar-datar saja.

Kekuatan lain terletak pada chemistry yang tak terduga antara Reza dan Acha, yang terasa begitu manis. Reza sendiri seperti biasa bermain bagus, namun pujian secara khusus perlu diberikan kepada Acha yang telah mencapai kematangan akting yang memukau. Bahkan, Gading Martin yang di tempat lain biasanya "lebay", di film ini terasa asyik. Ia berperan sebagai teman sekantor Rahmat, dan tunggu adegan ketika ia menasihati Rahmat tentang ketakutan-ketakutan kaum lelaki ketika telah berumah tangga.

Pada beberapa bagian, ilustrasi musik tidak berhasil memberi jiwa pada adegan namun justru malah mengganggu, dan lagu-lagu soundtrack yang diobral juga tak semuanya pas. Namun, secara umum 'Test Pack' adalah sedikit dari tipe film Indonesia masa kini yang membuat Anda tak ingin buru-buru beranjak dari tempat duduk setelah lampu menyala, karena meninggalkan sesuatu di rongga dada, yang minta untuk direnungkan.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads