'Silent House': Kengerian di Balik Ketenangan

'Silent House': Kengerian di Balik Ketenangan

- detikHot
Rabu, 25 Jul 2012 11:45 WIB
Silent House: Kengerian di Balik Ketenangan
Jakarta - Rumah sepi dan gelap selalu menjadi resep yang sempurna untuk tontonan menyeramkan. 'Silent House', sebuah film horror indie karya Chris Kentis dan Laura Lau ini meramu formula tersebut dengan gaya yang fresh sehingga menjadikannya sebuah film horor yang unik.

Sarah (Elizabeth Olsen) dan ayah (Adam Treese) serta pamannya (Eric Stevens) sedang melakukan proyek bersih-bersih rumah. Rumah itu adalah rumah masa kecil Sarah dan mereka berniat untuk menjualnya. Masalah pertama dari rumah tersebut adalah tidak ada penerangan. Lampu-lampu tidak menyala karena beberapa binatang memotong kabelnya.

Pekerjaan yang awalnya menyenangkan dan terlihat β€œaman” itu mulai menjadi aneh ketika Sarah didatangi teman masa kecilnya yang misterius. Belum termasuk suara-suara aneh di seluruh penjuru rumah. Mulai dari suara langkah kaki hingga suara benturan-benturan misterius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarah yang ketakutan mulai berusaha untuk keluar dari rumah itu. Namun, rumah tersebut terkunci rapat. Tidak ada jalan keluar bagi Sarah yang sekarang sepertinya didatangi β€œtamu-tamu” tak diundang.

'Silent House' merupakan sebuah remake dari film Uruguay berjudul 'La casa muda' yang sempat masuk ke Cannes Film Festival kategori Director’s Fortnight. Versi aslinya mendapatkan pujian atas teknik yang luar biasa: satu shot dari awal sampai akhir film. Dan esensi itulah yang coba ditawarkan oleh 'Silent House'.

Dari awal sampai akhir film kita mengikuti perjalanan Sarah dalam satu shot (tidak seperti film aslinya yang benar-benar diambil dalam satu shot panjang, versi ini diedit seolah-olah nampak seperti satu shot) panjang yang membuat penonton terlibat dalam durasi yang real time. Teknik ini terbukti berhasil karena kita benar-benar bisa merasakan apa yang Sarah rasakan.

Dan, tentu saja semua itu juga bisa terjadi berkat acting luar biasa Elizabeth Olsen. Olsen, yang baru saja berumur 23 tahun mendapatkan kritik positif atas perannya sebagai seorang gadis yang mencoba keluar dari sebuah sekte dan mencoba hidup normal bersama keluarganya dalam 'Martha Marcy May Marlene'. Penampilannya yang begitu menggetarkan langsung menjadi perbincangan di dunia perfilman tahun lalu. Dalam sekejab, Olsen langsung dinobatkan menjadi salah satu aktris muda berbakat.

Dalam 'Silent House', Olsen menunjukkan kemampuannya yang prima. Kamera yang selalu mengikuti ke mana pun dia melangkah memberikan keuntungan untuknya karena kita bisa melihat reaksi dan ekspresi wajahnya ketika sesuatu yang aneh terjadi. Ketakutannya terasa nyata dan itulah kunci utama dalam film ini. Dan, Olsen layak untuk menyandang calon scream queen yang baru.

Tentu saja 'Silent House' bukan film yang horor yang sempurna. Di tengah-tengah film penonton bisa bingung dengan apa yang dilihat atau dirasakan Sarah. Karena, mendadak film ini berubah menjadi psychological thriller. Tapi, jangan terlalu skeptis. Film ini terlalu sayang untuk dilewatkan dan wajah anggun Olsen yang sedang ketakutan adalah alasan kenapa film ini mencengkeram Anda sampai Anda kehabisan nafas. Hanya diputar di BlitzMegaplex

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads