Alasan kedua, karena Meryl Streep memerankan peran sensasional itu. Penulis skrip Abi Morgan memberikan sentuhan yang berbeda pada biopik ini. Tidak buru-buru untuk menghakimi apa saja yang dilakukan Thatcher selama hidupnya, Abi Morgan memperlihatkan kita bagaimana transformasi seorang perempuan muda yang ambisius (Alexandra Roach, sebagai Margaret Thatcher muda) menjadi perdana menteri wanita pertama di Britania Raya yang kadang terlihat seperti wanita besi, seperti judulnya.
'The Iron Lady' dibuka dengan Margaret Thatcher yang telah tua. Suaminya Denis (Jim Broadbent, luar biasa keren tentu saja) sudah lama meninggal, walaupun Thatcher masih sering melihatnya berkeliaran di sekelilingnya. Tidak, Thatcher tidak melihat hantu. Rupanya, Thatcher menderita semacam halusinasi. Orang-orang di sekitarnya mengkhawatirkan kesehatannya. Dan tentu saja, kewarasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak berhenti hanya menjadi anggota kongres, Thatcher ingin membuat Inggris lebih terguncang lagi ketika dia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri Inggris yang baru. Dan film ini merekam bagaimana Thatcher menunjukkan kekuatannya sebagai perdana menteri Inggris.
Kita sudah tahu bahwa Streep akan melakukan tugasnya dengan sempurna. Kalau seseorang bisa memerankan seorang perempuan dengan dilema dalam 'Sophieβs Choice' sampai seorang editor fashion kejam dalam 'The Devil Wears Prada', orang itu sepertinya bisa memerankan peran apa saja.
Meryl Streep dalam 'The Iron Lady' adalah pusat tata surya. Agak susah untuk membayangkan pemeran Thatcher yang lebih pas selain ibu yang memegang rekor sebanyak 15 nominasi Oscar ini. Aksennya sempurna, gerakannya sangat luwes saat memerankan Thatcher yang berapi-api. Dan gerakan itu bisa berubah menjadi lemah nan rapuh dalam figur Thatcher yang sudah renta. Apalagi tatapannya, bikin merinding. Semuanya tampak lebih meyakinkan berkat tim make-up artist yang super-realitis.
Bahkan, saking hebatnya penampilan Streep, seakan-akan penampilan aktor lainnya terasa hambar walaupun semuanya bermain dengan bagus. Termasuk Alexandra Roach dengan matanya yang berapi-api sebagai Thatcher muda dan tentu saja the great Jim Broadbent yang tidak hanya mudah untuk disukai tapi juga mempunyai sisi komedik yang bagus.
The Iron Lady adalah contoh bagaimana bagaimana sebuah cerita yang bagus akan menjadi luar biasa di tangan aktor yang mendalami perannya dengan segenap hati. Kalau Phillip Seymour Hoffman bisa mendapatkan Oscar dalam 'Capote', dan Cate Blanchett dalam 'The Aviator' sebagai Katharine Hepburn, maka bukan tidak mungkin kita akan melihat Streep mendapatkan Oscar ketiganya tahun ini.
Candra Aditya, penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.
(mmu/mmu)











































