'Iron Man 2': Tukang Pamer yang Mengagumkan Sekaligus Mengecewakan

'Iron Man 2': Tukang Pamer yang Mengagumkan Sekaligus Mengecewakan

- detikHot
Jumat, 30 Apr 2010 16:05 WIB
Iron Man 2: Tukang Pamer yang Mengagumkan Sekaligus Mengecewakan
Jakarta - 'Iron Man 2' diawali dengan kisah Ivan Vanko (Mickey Rourke). Si Whiplash ini tengah mempersiapkan balas dendam atas kematian sang ayah, Anton Vanko. Di flatnya yang kotor nan gelap ia membuat senjata untuk melawan superhero kita, Tony Stark (Robert Downey Jr.), sang Iron Man.

Setelah kisah tersebut, anda tampaknya harus siap-siap terengah-engah. Sebab permulaan film ini sangat padat. Begitu banyak cerita dan begitu banyak tokoh dalam menit-menit awal film diputar, yang tentu saja membingungkan.

Selanjutnya, setelah kisah Ivan yang ayahnya dibunuh Stark, film langsung meloncat pada kisah 6 bulan kemudian. Dikisahkan, Iron Man terjun dari pesawat, dan mendarat di Stark Industries Expo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tony Stark melepas jubah besinya. Dengan penuh kesombongan, ia kemudian membuka acara yang hanya digelar untuk menaikkan gengsi perusahaannya itu. Dalam pidatonya, ia juga mengklaim perdamaian dunia tercipta berkat dirinya.

Di tengah kepopulerannya sebagai miliader sekaligus superhero, Stark harus menghadapi tuntutan dari pemerintah Amerika Serikat. Senator Stern (Garry Shandling) minta Stark menyerahkan jubah besinya itu kepada pemerintah. Ia menganggap kalau Iron Man adalah sebuah senjata yang bisa membahayakan penduduk.

Dalam persidangan, Senator Stern menghadirkan Lt. Col. James 'Rhodey' Rhodes (Don Cheadle) dan Justin Hammer (Sam Rockwell), saingan Stark di industri senjata, sebagai saksi ahli. Namun, Stark berhasil mempermalukan Hammer dengan menunjukan bukti kegagalan Hammer membuat tiruan Iron Man.

Di balik semua itu, Stark harus menghadapi kenyataan. Paladium yang menjadi sumber kekuatannya pelan-pelan meracuni tubuhnya.

Oh ya, semua kisah itu digelontorkan begitu saja hanya dalam 20 menit pertama 'Iron Man 2'. Nah anda mulai lelah bukan? Tapi tunggu dulu, setelah kisah yang membuat bingung itu, barulah konflik demi konflik hadir. Ditambah lagi dengan kehadiran Natalie (Scarlett Johansson), asisten baru Stark yang misterius. Film mulai terasa manis. Namun sayang, Natalie hanya menjadi gula-gula saja.

Mengagumkan sekaligus mengecewakan, sepertinya cocok untuk menggambarkan film yang masih digarap oleh sutradara Jon Favreau ini.

Penonton dibuat kagum dengan Jon yang juga berakting sebagai Happy, supir Stark yang hadir dengan visual efek dan gadget-gadget super canggih.

Bahkan, iPad terlihat sangat kuno jika dibandingkan dengan alat-alat yang digunakan Stark. Belum lagi, dengan penampilan Audi R8 Spyder, tunggangan sang playboy.

Penampilan sang bintang utama Robert Downey Jr memang jauh lebih menonjol ketimbang film pertamanya. Downey dengan baik mempresentasikan karakter Stark yang narsis sebagai seorang superhero, dan Stark yang dilema karena umurnya tidak panjang lagi.

Namun yang mengecewakan, selama 120 menit itu, Superhero kita itu hanya terlihat lima kali memakai kostum Iron Man. Dan itu pun digunakan untuk bertempur hanya dua kali saja. (hkm/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads