Nothing But The Truth: Kebenaran Bukanlah Segalanya

Nothing But The Truth: Kebenaran Bukanlah Segalanya

- detikHot
Jumat, 05 Feb 2010 13:59 WIB
Nothing But The Truth: Kebenaran Bukanlah Segalanya
Jakarta - Semua pekerjaan pasti memiliki kode etik. Begitu pula seorang jurnalis yang harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, sekalipun hal itu beresiko. Bahkan ketika ia harus berhadapan dengan pihak berkuasa.

'Nothing But The Truth' menampilkan kisah Rachel Armstrong (Kate Beckinsale), seorang jurnalis media cetak di Amerika Serikat. Ia membuat sebuah artikel yang isinya membongkar identitas agen Central Intelligence Agency (CIA) yang tengah menyamar.

Alhasil, artikel milik Rachel membuat gempar para petinggi CIA. Mereka pun memutuskan untuk menjebloskan Rachel ke dalam penjara. Rachel yang sangat memegang kode etik jurnalistik memilih di penjara, daripada harus membocorkan nama narasumbernya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimanakah nasib Armstrong selanjutnya? Apakah Ia tetap pada pendiriannya atau memutuskan untuk memberitahu narasumbernya?

Film yang disutradarai oleh Rod Lurie ini merupakan drama politik. 'Nothing But The Truth' menggambarkan bagaimana sulitnya ketika kita harus berhadapan dengan para penguasa tinggi di suatu negara.

Nasib Armstrong sangat menyedihkan sekali. Hanya karena memegang teguh kebenaran (kode etik), Ia harus masuk penjara. Bisa disimpulkan bahwa untuk kasus seperti ini kebenaran bukanlah segalanya.

Penasaran dengan film ini? saksikan di bioskop mulai tanggal 5 februari 2010.

(hkm/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads