Max Payne (Mark Wahlberg) seorang polisi New York berusaha mencari siapa yang membunuh anak dan istrinya secara brutal. Suatu saat ia pergi ke tempat seorang informan Trevor Duncan untuk mencari petunjuk siapa pembunuh keluarganya.
Di apartemen Trevor, Max nyaris terlibat bentrok dengan sekelompok mafia asal Rusia. Namun Natasha Sax (Olga Kurylenko) berhasil melerainya dan segera mengajak Max pergi dari tempat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya, Max diajak oleh bekas rekannya Alex Balder (Donal Logue) untuk mengunjungi ke sebuah tempat kejadian perkara pembunuhan. Max sangat kaget setelah mengetahui mayat yang termutilasi di tempat itu adalah Natasha. Alex sengaja mengajak Max karena ia menemukan dompet milik Max berada bersama mayat itu. Max pun langsung dijadikan tersangka pembunuhan itu.
Setelah beberapa saat, Alex sadar kalo tato sayap yang terdapat di lengan Natasha mirip dengan tato pembunuh Michelle istri Max. Berkat tato itulah satu demi satu petunjuk pembunuh istri dan anaknya terkuak.
Sang sutradara John Moore berhasil menyuguhkan nuansa kegelapan di film ini. Film yang berhasil mnduduki posisi puncak box office pekan lalu itu benar-benar menampilkan setting kota New York yang kelam dan diselimuti salju. Setting yang terdapat di film tersebut benar-benar menggambarkan versi video gamenya.
Namun sayang sutradara yang tenar lewat film 'Behind The Enemy Lines' itu kurang banyak menyuguhkan adegan aksi yang seru di film ini. Untungnya spesial efek slow motion yang terdapat di video gamenya disuguhkan di film ini. Hal itu membuat film 'Max Payne' berbeda dengan film aksi lainnya.
Akting Mark Wahlberg sebagai pria depresi cukup memukau di 'Max Payne'. Alur film ini juga sulit untuk ditebak. (hkm/eny)











































