Kurus & Stop Merokok, Resolusi Tahun Baru Terpopuler
Rabu, 05 Jan 2005 17:41 WIB
Jakarta - Tahun baru kerap dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan diri. Dari berbagai rencana perbaikan itu, kurangi berat badan berhenti merokok adalah resolusi tahun baru terpopuler. Resolusi tahun baru kamu apa? Pertanyaan itu banyak muncul menjelang pergantian tahun atau di awal tahun baru. Berbagai jawaban pun muncul dari pertanyaan ini. Ada yang ingin menabung lebih banyak, berlibur lebih sering, punya pacar baru, atau memiliki bentuk tubuh yang lebih indah. Tradisi membuat resolusi tahun baru dimulai sekitar 4000 tahun lalu. Kaum Babilonia berusaha untuk memulai tahun yang baru yang bersih dengan membayar hutang dan mengembalikan barang pinjaman. Sedangkan kaum Romawi setiap akhir tahun melakukan review satu tahun belakang dan berusaha menargetkan harapan lebih tinggi lagi. Mereka juga menyerahkan persembahan kepada Janus (Januari) sebagai Dewa pembuka jalan dan awalan. Di era modern ini kata-kata resolusi tahun baru juga cukup populer. Menurut PRweb, setidaknya 88% warga Amerika membuat resolusi tahun baru. Nah dari berbagai resolusi tersebut mengurangi berat badan (38%) dan berhenti merokok (30%)termasuk salah satu resolusi tahun baru yang paling populer. Ironisnya, resolusi ini juga yang kerap gagal dijalankan oleh sang pembuatnya. Menurut Keepyouresolution.com, hanya 15 sampai 20% pembuat resolusi yang sukses mematuhi janjinya. Sisanya, sukses menjadi pelanggar janji. Namun bukan berarti mereka yang gagal tidak melakukan berbagai usaha untuk mewujudkan janjinya itu. Menurut data Helloasia, pada tanggal 30 Desember, satu hari menjelang tahun baru, penjualan alat bantu berhenti merokok di internet menunjukan peningkatan. Bahkan angka peningkatan tersebut sampai tiga kali lipat dari hari biasanya. Begitu juga buku-buku diet yang semakin beragam dan laku keras. Beberapa klinik akupuntur di Korea yang menyediakan terapi berhenti merokok juga mengalami peningkatan pengunjung. Namun setelah diadakan survey lebih lanjut, ternyata alasan paling kuat masyarakat Korea untuk berhenti merokok adalah, jika harga rokok naik!Pemerintah Korea pun menanggapi hasil survey tersebut. Mulai 30 Desember 2004 harga rokok naik menjadi 500 won. Tak hanya pemerintah Korea yang mendukung resolusi tahun baru berhenti merokok. Sebuah perusahaan Farmasi di Amerika menjajikan hadiah bagi karyawannya yang sukses berhenti merokok. Kembali tentang resolusi tahun baru, terutama tentang berhenti merokok, seorang profesor dari Siteman Cancer Center Barnes-Jewish Hospital in St Louis bernama Fisher punya saran yang baik. Menurutnya seseorang sebaiknya tidak membuat resolusi tahun baru di tanggal 30 atau 31 Desember. Alasannya, saat-saat tersebut masih sangat kacau dan belum stabil. Anggap saja seseorang memiliki rencana berhenti merokok, lalu pada malam tahun baru ia pergi ke pesta. Dalam acara tersebut kemungkinan ia akan merokok. Karena itu, resolusi tahun baru sebaiknya dibuat setelah tanggal 1 Januari setelah aroma pesta dan perayaan tahun baru selesai. (fta/)











































