Captain Lord: Ramadan Bukan Hambatan

Captain Lord: Ramadan Bukan Hambatan

- detikHot
Jumat, 07 Sep 2007 07:15 WIB
Captain Lord: Ramadan Bukan Hambatan
Jakarta - Sebagai sebuah pendatang baru dalam kancah industri musik Indonesia, Captain Lord memang masih harus berjuang lebih keras lagi. Persaingan yang ketat dan pasar yang sukar diprediksi merupakan tantangan yang mutlak harus ditaklukkan dalam upaya mempertahankan eksistensi. Secara musikalitas, band yang berpersonilkan Doni, Farre, Matto, Dep, Gerdi, dan Ace ini menggarap aransemen dengan warna pop yang cukup aman. Belum ada ciri lain yang ditonjolkan selain karakter sang vokalis, namun Captain Lord tergolong cukup pede dengan apa yang telah mereka hasilkan. "Kami memang masih dalam proses belajar dan mencari jati diri," jelas Doni sang vokalis. Saat ini yang ada dipikiran mereka hanya sebatas berkarya saja tanpa harus membatasi dan mengotak-kotakkan jenis musik yang diusung. "Tahap eksplorasi yang lebih ekstrim pasti akan dilakukan seiring dengan semakin matangnya pengalaman bermusik kami," lanjut Doni dengan sedikit merendah. Penerimaan pasar terhadap album pertama band yang didominasi alumnus universitas-universitas kota Jogja itu tentulah sangat heterogen. Komentar-komentar menyanjung pasti selalu membesarkan hati namun bagaimana reaksi mereka ketika menghadapi pernyataan-pernyataan yang sinis dari media massa dan masyarakat? "Kami selalu menanggapi positif segala kritik dan saran dari pihak mana pun. Tanggapan yang sinis hanya akan memotivasi kami untuk menambal segala kekurangan yang belum sempurna. Justru kami sangat berterima kasih," ujar pencabik bass, Ace. Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1428 H, Captain Lord pun bersiap-siap untuk melempar sebuah single yang bertemakan religi ke radio-radio. Masih diambil dari album perdana mereka, lagu yang diberi judul "Pada Mu" tersebut merupakan satu-satunya karya yang digarap sedikit berbeda. Dibalut unsur modern rock yang kental, secara implisit lagu ini mengandung sebuah seruan kepada manusia agar dalam segala prosesi kehidupan senantiasa mengingat kebesaran Sang Pencipta sebagai tempat berpulang segala urusan. Ikut-ikutan trend menjamurnya band religi karbitan kah? "Sebenarnya kami hanya memaksimalkan potensi di album pertama yang kebetulan memiliki sebuah lagu bertema religi. Saya pikir sah-sah saja melempar lagu itu untuk mencegah terjadinya kekosongan promosi. Yah, sekedar supaya nama Captain Lord tetap terdengar di telinga masyarakat pada bulan suci kali ini," Matto menimpali. Datangnya Ramadhan rupanya sama sekali tidak menghambat atmosfir bermusik mereka. Justru bekerja akan terasa lebih memuaskan bila dilakukan sambil berpuasa. "Hitung-hitung mencari nafkah sambil terapi detox," Dep berseloroh. Pada Mu di Track ke 7 adalah Satu-satunya lagu Captain Lord yang bertema ketuhanan. Rock Modern tercampur sedikit Japanese Rock ! Synthesizer Dep dan pukulan drum Gerdi memberikan banyak kontribusi pada lagu ini. Demikian juga usulan nada pada part intro yang diusulkan Matto dan Farre. Doni pun perfect dengan powernya. Berikut cuplikan lagu religi khas Captain Lord, 'Pada Mu': Aku ingin terbang sampai bintang-bintang Tuk sejenak tinggalkan semua bebanku Aku Ingin lari dan terus berlari Tuk tinggalkan semua anganku Dimanakah Engkau Penerang Hidupku Aku goyah tanpa Sentuhan MU Dimanakah Engkau Penuntun Jalanku Tanpa Diri MU ku hilang arah...Well, melalui bincang-bincang yang dilakukan, terlihat seluruh personil Captain Lord memang tidak pernah canggung dalam mengungkapkan segala isi hati mereka. Sangat apa adanya. Itikad untuk berkarya memang tak dapat dibendung. Tidak ada kata malu dalam mengekspresikan karya hasil jerih payah ditengah respon masyarakat yang sangat beragam. Semoga rasa haus akan ilmu dan semangat belajar mereka justru dapat menjadi sumber kekuatan untuk terus eksis di dunia musik nusantara yang semakin ramai, saat ini atau di masa mendatang. Good luck www.Captain-Lord.com! (eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads