Mirror: Maunya Cinta Berbungkus Horor, Tapi..

- detikHot
Jumat, 28 Okt 2005 17:21 WIB
Jakarta - Bisa melihat makhluk halus bukanlah cita-cita Kikan (Nirina Zubir), seorang siswi sebuah SMA di Bandung. Gadis belia yang ceria itu lebih dikenal teman-temannya sebagai anak jahil, terutama membuat panik teman sekelasnya.Ada saja ulah Kikan untuk membuat teman-temannya kesal. Hal ini bisa dilihat dari menit-menit pertama film Mirror garapan sutradara Hanny R Saputra. Dengan muka kusut dan sedih, Kikan masuk kelas. Ia memberi kabar bahwa salah satu dari teman mereka, Donny (Jonathan Mulia) meninggal karena kecelakaan. Seisi kelas bersedih dan berdoa. Usai berdoa, Donny yang datang telat hanya bisa bengong melihat teman-temannya menangisinya. Sementara Kikan tertawa terbahak-bahak dan lari menghindari tumpahan kekesalan mereka.Nah, kejahilan Kikan belum selesai. Suatu malam, dua teman sekelasnya hendak pulang lebih dulu dari praktikum di laboratorium. Namun rencana itu urung karena melihat sosok putih mengerikan. Keduanya pun kembali ke ruang laboratorium untuk memberitahu kawan-kawan yang lainnya. Semua panik karena ketakutan. Sosok yang dianggap hantu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah mereka. Sudah bisa ditebak, pelakunya adalah Kikan.Kesal dengan kejahilan Kikan, mereka pun keluar dari ruang laboratorium. "Teman-teman, tunggu. Masih ada hantu yang belum keluar," teriak Kikan sambil terus tertawa. Ia berusaha mencegah teman-temannya pulang. Namun sial, dia terjatuh dari meja dan pingsan. Bukannya menolong, teman-temannya ngeluyur meninggalkan Kikan.Dari sinilah kemampuan Kikan melihat makhluk halus dimulai. Ia kaget dan ketakutan melihat sosok mengerikan yang dilihatnya. Tak hanya itu, kemampuan barunya ini juga bisa mengetahui siapa-siapa saja yang akan meninggal melalui cermin.Kikan mengetahui soal itu ketika melihat sosok penjaga sekolahnya sedang membuat simpul tali. Namun ketika dia berkaca, ia sama sekali tak melihat bayangan penjaga sekolah yang bernama Pak Soleh tersebut. Selanjutnya, ia menemukan pria tua tersebut menggantung diri di toilet sekolah.Sejak itu, Kikan yang ceria menjadi sosok pemurung yang ketakutan. Di mana dia berada, suara-suara menyeramkan dan makhlus halus gentayangan mengganggunya. Kikan yang periang pun sudah tiada.Adalah Donny yang sangat memperhatikan perubahan Kikan tersebut. Kebetulan ia menaruh hati pada teman sekelasnya. Kikan yang sebenarnya menyukai Donny terpaksa menyembunyikannya karena suatu alasan. Apa alasannya, lebih asyik disaksikan sendiri. Dari segi cerita, tema film ini agak membingungkan. Horror berbungkus cinta atau sebaliknya. Jika di awal cerita penonton terbawa dengan ketakutan Kikan, namun akhir ceritanya berkisah soal cinta tak terungkapkan Kikan pada Donny.Sebenarnya, menurut pencetus ide cerita, Leo Lumanto (pembawa acara 'Percaya Nggak Percaya'), Mirror lebih pada kisah cinta berbungkus horor. Hanya saja, dalam jalan cerita di layar lebarnya berkebalikan. Suguhan horor lebih banyak ketimbang kisah cinta Kikan dan Donny yang hanya sekelumit. Tak hanya itu, dalam bioskop pertanyaan demi pertanyaan akan muncul dalam benak. Misalnya seperti sekolah yang sunyi senyap (sekolah yang biasanya ramai hanya berisi satu kelas yang tak lebih dari 20 siswa) dan orangtua Dony dan Kikan yang tak kunjung muncul. Jika memang ingin menampilkan kesunyian seperti alasan sutradara Hanny R Saputra, hal tersebut cukup mengangganggu realitas. Itulah, untuk urusan detil film Indonesia memang masih lemah.Adalah Nirina yang tampil cukup memikat. Tokoh Kikan yang ceria dan tiba-tiba pemurung diperankannya dengan baik. Totalitasnya memakan cabai rawit untuk menggambarkan orang yang bertahan tak tidur tiga hari, juga memberi nilai plus tersendiri. Sayang, ini tidak diimbangi lawan mainnya Jonathan Mulia yang terlihat datar. Aktingnya seperti tersangkut dengan sosok Gie muda yang pernah diperankannya, hanya sedikit lebih santai.

(ana/)