DetikHot

new-release

'The Killing of Sacred Deer': Kutukan yang Melenakan

Senin, 15 Jan 2018 20:33 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
The Killing of Sacred Deer: Kutukan yang Melenakan 'The Killing of Sacred Deer' Foto: IMDB
Jakarta - 'The Killing of Sacred Deer' menantang Anda sebagai pecinta horor untuk menyimak berbagai macam kejadian yang semakin lama semakin menggila. Film karya Yorgos Lanthimos ini memang bukan jenis horor yang biasa Anda tonton. Tetapi kengeriannya dijamin akan membekas melebihi teror Sadako atau semua hantu ciptaan James Wan.

Steven Murphy (Colin Farrell) adalah seorang dokter ahli bedah jantung yang terkenal. Ia adalah seorang suami dan ayah yang berdedikasi. Ia mempunyai komitmen yang besar terhadap pekerjaannya. Ia juga mempunyai hati yang begitu besar sampai-sampai ia mau berteman dengan seorang bocah misterius bernama Martin (Barry Keoghan) yang sepertinya terganggu secara mental.

Tidak ada hal yang aneh terjadi. Steven masih berkomunikasi dengan kedua anaknya, Bob (Sunny Suljic) dan Kim Murphy (Raffey Cassidy) dan memadu kasih dengan istrinya, Anna (Nicole Kidman). Namun lambat laun satu per satu rahasia kelam terkuak. Bahwa hubungan Steven dan Martin adalah upaya Steven untuk menjaga Martin, si anak yatim.

Keharmonisan keluarga Murphy rupanya tidak bertahan lama. Bob tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa berjalan. Semua tes kesehatan dijalaninya dan tidak ada jawaban yang pasti. Kemudian Martin datang dan mengatakan bahwa Steven dikutuk atas sebuah kesalahan masa lalu. Kini ia harus memilih siapa dari anggota keluarganya yang harus dibunuh untuk memutus kutukan ini.

Ditulis oleh Yorgos Lanthimos dan Efthymis Filippou, 'The Killing of Sacred Deer' adalah jenis psychological thriller yang membutuhkan kesabaran ekstra penontonnya. Namun begitu Anda sabar menanti, ganjarannya sungguh mengasyikkan. 'The Killing of Sacred Deer' tidak mempunyai hasrat untuk menjelaskan semuanya secara gamblang. Seperti halnya karya-karya Lanthimos yang lain, Anda diajak untuk menyelami dunianya sampai akhirnya Anda tersesat ke dalam labirinnya. Cara Lanthimos dan Filippou menguak satu per satu misteri sungguhlah efektif. Begitu Anda sampai di pintu keluar, yang ada hanyalah sebuah rasa sesak yang hanya bisa didapatkan dari sebuah horor yang mengasyikkan.

Yang membuat 'The Killing of Sacred Deer' begitu melenakan adalah tangan dingin Lanthimos sebagai sutradara. Ini adalah sebuah psychological thriller yang memang sengaja dibuat untuk membuat Anda merasa kebingungan. Humornya begitu gelap sementara pengadeganannya dibuat se-clinical mungkin. Seolah-olah ini semua dibuat oleh para dokter yang peduli benar dengan kebersihan.
Lanthimos menggerakkan aktor-aktornya seperti robot yang diberi nyawa. Mereka bergerak kaku meskipun ekspresi horor yang muncul di wajah mereka begitu nyata. Sebelum Anda bereaksi lebih jauh, Lanthimos kemudian menambahkan dengan berbagai keanehan-keanehan yang akan semakin membuat Anda meringkuk di kursi penonton, ketakutan.

Sementara itu kamera Thimios Bakatakis bergerak seperti pengintip. Ia bergerak mulus dengan tidak wajar. Seolah-olah ia tahu bahwa akan ada sesuatu yang buruk segera terjadi. Pergerakannya begitu halus, mendekati wajah-wajah karakter dalam filmnya, mengintai dengan waspada. Tanpa sadar dari awal film Anda akan digiring untuk bersiap-siap terhadap kejadian buruk yang akan terjadi. Meskipun begitu, Anda tidak akan siap dengan apapun horor yang disiapkan oleh Lanthimos.

Mimpi buruk itu kemudian dilengkapi dengan berbagai macam musik yang akan mengusik Anda. Tidak ada bunyi-bunyian normal muncul sepanjang film. Keheningannya ditata sedemikian rupa. Dan begitu musik muncul, fungsinya adalah untuk membuat Anda ingin keluar dari mimpi buruk ini. 'The Killing of Sacred Deer' memang bukan untuk semua orang. Namun jika Anda berani menjajalnya, kengeriannya akan menjadi salah satu pengalaman sinematik yang begitu membius.

'The Killing of Sacred Deer' tayang di jaringan CGV dan Cinemaxx.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
(dar/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed