DetikHot

new-release

Beck Melakukannya Lagi dalam 'Colors'

Senin, 16 Okt 2017 11:07 WIB  ·   Rendy Tsu - detikHOT
Beck Melakukannya Lagi dalam Colors Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Beck melakukannya lagi. Sepanjang karirnya, Beck memang selalu dikenal senang melakukan eksperimen dengan berbagai jenis musik. Mulai alternative hip hop pada 'Mellow Gold' (1994) dan 'Odelay' (1996), berekperimen dengan funk di 'Midnight Vulture' (1999), hingga merilis terakhir folk rock melankolis, Morning Phase (2014).

Kali ini, ia membawa semua elemen yang dipelajarinya selama 25 tahun terakhir ke album-13-nya, 'Colors'. 'Colors' menjadi album penuh pertama sejak Morning Phase merebut gelar Album of The Year di Grammy Awards di tahun 2014. Album ini juga sekaligus menandai reuni antara Beck dan Greg Kurstin, salah satu produser musik paling dicari saat ini, sekaligus teman lama yang pernah menjadi additional keyboardist player dalam tour 'Sea Change' di tahun 2002.

Dipuja puji dalam ulasan awal sebagai "ledakan euforia dari pop eksperimental" (Rolling Stone) dan "satu lagi tonggak sejarah dalam karirnya yang menakjubkan dan tak terduga" (Wall Street Journal), album Colors memang patut diperhitungkan sebagai salah satu rilisan penting tahun ini (atau bahkan sepuluh tahun terakhir) dalam sejarah musik pop dunia. Dalam 'Colors', Beck membentangkan pelangi yang memabukkan, seolah musim panas sedang mencoba untuk menghancurkan musim gugur.

Mungkin judul 'Colors' ini memang paling tepat dalam mengambarkan diskografi dari Beck; tidak retro, tidak juga futuristik, semuanya memiliki ekspresi kinetik: seperti sebuah palet kaleidoskopik yang berputar dengan beragam warna. Jauh berbeda dengan 'Morning Phase', 'Colors' mencerminkan momen-momen bahagia Beck bersama istrinya, Marissa Ribisi dan kedua anak mereka.

Pada 'Fix Me', Beck bernyanyi tentang bagaimana cinta bisa membuat kita melewati masa-masa "gelap" dengan jauh lebih mudah. Pada 'Dreams', ia mencontek Foster The People, namun lulus dengan nilai yang lebih bagus daripada nilai Mark Foster. Formula sama ia bawa ke pesta dansa 'Up All Night', sambil bernyanyi percaya diri "Just wanna stay up all night with you", sebuah perasaan yang ia temukan ketika berada di atas panggung. Ia menghidupkan kerinduan hits awal karir semacam 'Losers' atau 'Devil's Haircut' pada lagu berjudul 'Wow'. Beck juga menjadi penyeimbang dengan menciptakan 'Dear Life' yang simple, klasik dan Beatles-esque.

Itulah kelebihan Beck, memiliki keseimbangan yang pas antara kreatifitas, idealisme, attitude, serta talenta yang jarang dimiliki oleh musisi lainnya, yang membuatnya bertahan di industri selama lebih dari 20 tahun dimana rilisan dan pemain – pemain baru bermunculan setiap harinya.

Colors ini seolah mengajak kita untuk melihat sekeliling, bahwa seburuk apapun sesuatu, manusia masih punya satu sama lain. "Beberapa musik terhebat yang pernah dibuat adalah musik yang mengingatkan Anda akan keindahan hidup", kata Beck dalam salah satu interview media. Saya yakin karya ini adalah salah satunya. Ya, ia melakukannya lagi.

Rendy Tsu (@rendytsu) saat ini bekerja sebagai Social Media & Content Strategist. Selain aktif sebagai penulis lepas, ia juga pernah menjadi Music Publicist di salah satu perusahaan rekaman terbesar di Indonesia.



(srs/srs)

Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed