DetikHot

new-release

The Killers 'Wonderful Wonderful': Melangkah ke Fase Berikut

Jumat, 06 Okt 2017 12:11 WIB  ·   Yarra Aristi - detikHOT
The Killers Wonderful Wonderful: Melangkah ke Fase Berikut Foto: The Killer
Jakarta -

Band asal Las Vegas ini muncul di tahun 2004, kala ingar bingar indie rock dengan sentuhan new wave masih marak digemari. The Killers lahir hampir bersamaan dengan penganut genre yang sama macam Franz Ferdinand dan The Bravery kala itu.

Mereka sudah berada di industri musik selama lebih dari satu dekade. Dan jelas kini sudah semakin dewasa dan banyak perubahan.

Ketika mulai mendengarkan Wonderful Wonderful, jangan bandingkan ke era Hot Fuss atau Sam's Town, karena mereka sudah melakukan banyak perubahan yang jauh dari karakter awal mereka.

The Killers memberikan twist-twist yang menarik pada aransemen mereka, seperti napas disco-rock pada "The Man" yang mengambil sampel lagu dari Kool & the Gang. Sebuah napas segar bagi musik The Killers yang tak disangka-sangka.

Kedewasaan mereka pun kian terasa ketika mereka mulai membuat aransemen yang mendekati aransemen lagu-lagu U2 macam 'Pride (In the Name of Love)' dan 'I Still Haven't Found What I'm Looking Forr.

Sementara itu 'Rut' merupakan track yang sentimental mengenai bagaimana seseorang merasakan depresi dan membutuhkan semangat untuk bangkit. Flowers menjelaskan di sebuah wawancara bahwa lagu ini bercerita mengenai post-traumatic stress disorder yang dialami oleh sang istri, Tana Mundkowsky dan Flowers bertutur memposisikan dirinya dari sudut pandang sang istri.

'Run For Cover' dan 'Tyson vs Douglas' bagaimanapun masih memiliki semangat karakter The Killers di awal kejayaan mereka dengan sound gitar yang berani dan melodi synth yang menggema megah.

Sentuhan manis terdengar pada track 'Out of My Mind' dengan aransemen sophisti-pop khas pertengahan tahun '80-an yang sarat akan elemen keyboard dan synth, aksen permainan gitar yang cantik, ditambah jiwa romantis terpendam yang selalu dimiliki oleh Brandon Flowers, membuat kita bernostalgia ke era kejayaan Johnny Hates Jazz dan The Style Council.

The Killers tampaknya berada di fase perbatasan yang rumit, membuat kita bertanya-tanya, apakah mereka akan terus menjadi The Killers yang seru dan berapi-api, ataukah mereka akan mengikuti kedewasaannya dengan tata musik yang tak terlalu kompleks namun bersahaja.

Wonderful Wonderful menangkap kegamangan tersebut, di mana lagu-lagu mid-tempo ternyata lebih banyak dibanding lagu-lagu bertempo cepat yang menunjukkan gairah muda.

Ketika mereka sudah mulai bisa menerima bahwa kesuksesan masa lalu ada pada satu fase, maka di situlah mereka bisa lanjut melangkah ke fase berikutnya dengan mantap.

Selama pendekatannya tidak mengarah ke karakter album solo Brandon Flowers yang terakhir, The Desired Effect, maka The Killers masih berada di track yang semestinya.


(ken/ken)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed