Weezer 'Baru' yang Emosional
Jumat, 20 Mei 2005 19:17 WIB
Jakarta - Sudah 11 tahun sejak Weezer, band alternatif asal AS, meluncurkan album pertama mereka. Kini Weezer muncul dengan gaya emosional 'baru' lewat Make Believe. Band yang dimotori Rivers Cuomo ini melonjak namanya lewat album debut bertajuk Weezer (1994). Hits-hits seperti 'Buddy Holly' dan 'Say It Ain't So' lahir dari album yang lebih banyak dikenal sebagai the blue album itu.Penggemar musik alternatif tentu belum lupa pada apa yang terjadi kemudian. Weezer menyusul 'album biru' itu dengan Pinkerton (1996). Awalnya album tersebut jeblok di pasaran dan dicibir para kritik musik. Uniknya, di tahun 2004 majalah Rolling Stone menobatkan Pinkerton dalam hall of fame. Secuplik pelajaran sejarah itu perlu jadi referensi. Pasalnya, bagi fans Weezer di Pinkerton, album Make Believe boleh jadi cukup mengecewakan. Pasalnya, Pinkerton sarat dengan lirik yang dalam sedangkan Make Believe terkesan dangkal. Rivers Cuomo, drop out Harvard yang menulis semua lagu Weezer, bagai penyair yang berhenti berpuisi. Fakta bahwa album ini debut di papan atas tangga lagu berbagai negara mungkin didorong oleh kerinduan para penggemar pada Weezer. Di beberapa situs album ini dicela oleh penggemar Weezer yang kecewa. Menilik sejarah, bisa jadi setelah beberapa lama para penggemar akan memuji-muji Make Believe.Weezer yang EmosionalAlbum ini dibuka dengan gebukan drum Patrick Wilson yang mengawali lagu gacoan 'Beverly Hills'. Lagu dengan perspektif loser khas Weezer ini sedikit banyak jadi pelipur lara bagi penggemar lagu-lagu lama band yang dibentuk pada hari Valentine 1992 ini. Lagu itu berkisah tentang seorang loser yang ingin menjadi warga Beverly Hills, seakan-akan menghadirkan kembali tokoh Jonas dari 'album biru'. "The truth is I don't stand a chance. It's somethin' that you're born into. And I just don't belong," ucap Rivers, dengan suara malas, menjelang akhir lagu. Lagu berjudul 'Perfect Situation' menyusul di track kedua dan 'This Is Such A Pity' sebagai lagu ketiga. Kedua lagu itu mengusung tema penyesalan, yang agaknya juga dibawa Rivers cs pada lagu 'Pardon Me' dan 'Freak Me Out'. Agak janggal dalam album ini adalah lagu kelima yang berjudul 'We Are All On Drugs'. Lagu ini boleh saja disetarakan dengan 'koor' BIP yang berjudul 'Aku Gemuk Lagi'. Kenapa? Karena pesan anti narkoba-nya sangat gamblang sampai-sampai terasa menggurui.And you twitch in your seat, 'Cause you wanna hit the street, When you're on drugs. And you cause such a fuss, 'Cause there's no one you can trust, When you're on drugs. And the best of your days, Will vanish into haze, When you're on drugs. And you wish you can quit, 'Cause you're really sick of it, But you're on drugs. Weezer dalam lagu-lagu di album ini menampilkan emosi secara pekat dan gamblang. Tidak seperti Pinkerton yang masih sarat dengan metafora dan alusi. Terserah pada penggemar mau menyukai emosi Weezer yang mana. Daftar lagu:1. Beverly Hills2. Perfect Situation3. This Is Such A Pity4. Hold Me5. Peace6. We Are All On Drugs7. The Damage In Your Heart8. Pardon Me9. My Best Friend10. The Other Way11. Freak Me Out12. Haunt You Everyday. (wsh/)











































