'Pleasures' Feist: Mentah tapi Mengejutkan

Yarra Aristi - detikHot
Selasa, 30 Mei 2017 13:01 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta -

Leslie Feist telah membuat hit di kalangan underground dengan Monarch di tahun 1999. Pernah bersinar dengan album Let It Die di tahun 2004 yang sungguh cantik menggabungkan indie rock dengan jazz, bossas, bahkan sedikit elemen disco.

Album The Reminder rilisan tahun 2007 pun memiliki materi yang lebih berbobot dan dipoles sedemikian rupa. Hingga hadirnya Metals di tahun 2011 yang mendapat kritik bagus dan terjual sebanyak 38 ribu kopi di penjualan minggu pertama.

Lalu sekarang lahirlah Pleasures yang mengejutkan, tentu dalam arti positif. Feist seakan menarik dirinya dari segala hal yang modern dan terpoles. Ia menyuguhkan konsep lagu yang terdengar mentah apa adanya. Contohnya "I Wish I Don't Miss You" yang hanya berbekal gitar dengan teknik rekaman yang raw.

Emosi dan permainan intonasi Feist-lah yang membuat lagu ini memiliki roh. Sementara "A Man Is Not His Song" bagaikan buaian lagu tidur di malam hari, lengkap dengan kejutan choir dan tata suara yang unik di bagian akhir dan raungan gitar yang membuat terhening sejenak di akhir.

"Get Not High, Get Not Low" terdengar seperti sebuah sesi jamming dalam studio yang sungguh elok. Dengan nyanyian yang super halus, lengkap dengan iringan perkusi yang juga lembut, pun vokal latar dari suara Feist sendiri memberikan ornamen dekorasi yang rupawan.

"The Wind" diawali dengan cukup rumit dan tidak tertebak akan ke mana arahnya. Awalnya hanya terdengar iringan gitar dan synth-drum, namun kian lama kian cantik dengan hadirnya brass section yang halus mengiringi, lalu saxophone dan piano muncul tiba-tiba dalam waktu yang sungguh singkat namun menutup lagu ini dengan syahdu.

Nuansa rock n' roll dan agresif muncul dalam "Any Party", di mana Feist memberikan keseimbangan lewat beberapa part yang hening. Tapi tata musik experimental rock yang penuh distorsi ia hadirkan di "Century" (bersama Jarvis Cocker) dan "Pleasures, membuat ia terdengar seperti PJ Harvey.

Tapi bagaimanapun ia bisa mengemasnya dengan menarik, bahkan menggemaskan. Sentuhan blues pun ia hadirkan dalam "I'm Not Running Away", tak lupa ia berikan twist menarik di pertengahan lagu.

Di balik kesan mentah yang banyak ditampilkan, Feist mengerahkan semua jiwanya dalam tiap track, menyertakan etail-detail yang tak terduga, dan membuat kesemuanya menjadi kesatuan yang memuaskan..

Pleasures adalah sebuah pengalaman yang berbeda apabila Anda sudah mendengarkan Feist dari era awal. Akan lebih mencengangkan lagi apabila Anda hanya mengenal Feist lewat "One Evening" atau "1234", karena jelas ia sudah melakukan eksplorasi jauh dari era tersebut.



(ken/ken)